- Antara
PRT Lompat dari Indekos Benhil Terungkap, Polisi Periksa 9 Saksi dan Dalami Dugaan Perlakuan Majikan
Dugaan Majikan Bersikap Kasar
Selain faktor ketidaknyamanan, muncul dugaan lain yang menjadi perhatian polisi, yakni adanya perlakuan kasar dari majikan terhadap korban.
Namun demikian, polisi belum dapat memastikan kebenaran dugaan tersebut karena korban yang selamat masih dalam kondisi belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.
“Ada saksi yang menyebut mereka tidak betah karena majikannya sadis. Tapi ini masih didalami,” kata Roby.
Ia menjelaskan bahwa istilah “sadis” yang disampaikan saksi belum tentu merujuk pada kekerasan fisik. Bisa saja berupa tekanan verbal atau sikap keras dalam keseharian.
Polisi Dalami Peran Penyalur
Selain majikan, pihak penyalur tenaga kerja juga ikut diperiksa dalam kasus ini. Polisi ingin memastikan apakah prosedur penempatan tenaga kerja telah dilakukan sesuai aturan.
Pemeriksaan terhadap penyalur menjadi penting, mengingat peran mereka dalam proses perekrutan hingga penempatan PRT.
Dengan melibatkan berbagai pihak dalam pemeriksaan, polisi berupaya mendapatkan gambaran utuh mengenai latar belakang kejadian.
Fokus Ungkap Motif dan Kronologi
Hingga kini, penyidik masih fokus mengungkap motif di balik aksi nekat korban serta menyusun kronologi kejadian secara lengkap.
Keterangan dari korban selamat akan menjadi salah satu kunci utama dalam mengungkap fakta sebenarnya. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena kondisi korban masih dalam pemulihan.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana jika ditemukan bukti kuat terkait dugaan kekerasan atau pelanggaran hukum lainnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan pekerja rumah tangga serta perlindungan terhadap tenaga kerja sektor informal. (ars/nsp)