news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BGN Dadan Hindayana.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

BGN Usul Kampus Punya SPPG Sendiri, Mahasiswa Bisa Kelola Sawah dan Ternak Demi Dukung MBG

Ia menilai, keberadaan SPPG di lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi peluang sekaligus kontribusi nyata dalam memperkuat program tersebut.
Kamis, 30 April 2026 - 11:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong perguruan tinggi membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program peningkatan gizi nasional.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa kampus memiliki peran penting dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai, keberadaan SPPG di lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi peluang sekaligus kontribusi nyata dalam memperkuat program tersebut.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya didorong untuk membangun fasilitas SPPG, tetapi juga mengelolanya secara mandiri. Dengan demikian, unit tersebut dapat difungsikan sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.

Dadan menjelaskan bahwa satu unit SPPG tidak sekadar berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam skala besar.

Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG, diperlukan sekitar 8 hektare lahan sawah guna memasok beras. Selain itu, dibutuhkan pula kurang lebih 19 hektare lahan jagung untuk menunjang kebutuhan pakan ternak.

Di sektor peternakan, kebutuhan protein hewani juga cukup besar. Setidaknya diperlukan sekitar 4.000 ayam petelur untuk menjamin pasokan telur setiap hari.

"Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG," tuturnya.

Besarnya kebutuhan tersebut dinilai membuka ruang bagi kampus untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa dapat terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi bahan pangan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.

Lebih lanjut, Dadan menekankan bahwa SPPG berpotensi menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan riset dan inovasi di perguruan tinggi. Berbagai bidang seperti teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok dapat diuji secara langsung melalui fasilitas ini.

Integrasi tersebut juga membuka peluang kerja sama antara kampus dengan petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan adanya kolaborasi ini, program MBG tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi di tingkat lokal.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral