- Istimewa
Osman Sapta Odang Buka Bimteknas DPRD Hanura, Kritisi Fenomena Legislatif yang Tak Optimal
Dia mengingatkan, situasi global yang tidak menentu turut berdampak pada kondisi masyarakat. Sebab itu, OSO meminta, seluruh wakil rakyat hadir dengan keberanian dan tindakan nyata.
"Rakyat kita sedang mengalami kesulitan, dalam situasi dunia yang tidak menentu. Hanya dengan keberanian bertindak dan membela kepentingan daerah, saudara akan berarti," ucapnya.
OSO bilang, tanpa keberanian, anggota Dewan berpotensi menjadi bahan ejekan publik. Bahkan, kata dia, citra partai juga akan ikut terdampak.
“Kalau tidak, saudara akan menjadi ejekan. DPR apa itu? Apalagi Hanura. Saya tidak mau saudara dihina, saya juga tidak mau partai saya dihina," imbuhnya.
OSO menekankan Hanura berdiri di atas prinsip kebijakan dan politik nasional yang nyata. Sehingga, seluruh kader harus menunjukkan integritas dan keberpihakan kepada rakyat.
Dia juga mengingatkan, setiap anggota Dewan selalu berada dalam pengawasan publik, khususnya konstituen yang memilih mereka. Karenanya, OSO meminta kader Hanura tidak melupakan rakyat setelah terpilih.
"Setiap hari saudara diperhatikan oleh rakyat yang memilih saudara. Saya percaya saudara semua. Saudara adalah orang-orang terpilih dan harus siap berjuang ke depan,” pungkasnya.
Pembukaan Bimteknas Hanura dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra; Gubernur Kalbar, Ria Norsan; serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Kalbar yang didukung dan diusung Hanura di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Provonsi Kalbar, serta akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung; dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Yusril, Rocky, dan Winarto akan menjadi pemateri di Bimteknas Hanura.