news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cabai Rawit Merah.
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Kadis Pangan Sebut Harga Pangan Hortikultura di Jakarta Alami Penurunan Jelang Idul Adha 1447 Hijriah

Awal Mei 2026 dan menjelang Idul Adha 1447 H, harga sejumlah komoditas di DKI Jakarta mulai menunjukkan tren penurunan signifikan terutama kelompok hortikultura
Minggu, 3 Mei 2026 - 14:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki awal Mei 2026 dan menjelang Idul Adha 1447 H, harga sejumlah komoditas strategis di DKI Jakarta mulai menunjukkan tren penurunan signifikan, terutama dari kelompok hortikultura yang selama ini menjadi penyumbang utama gejolak inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengungkapkan, penurunan harga paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang anjlok lebih dari 20 persen dalam sebulan terakhir.

“Memasuki awal Mei 2026, perkembangan harga bulanan beberapa pangan strategis di Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan,” kata dia, saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (3/5/2026).

Secara rinci, cabai rawit merah turun 22,31% atau Rp23.256 per kilogram, dari Rp104.242 menjadi Rp80.986 per kg.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau sebesar 10,39% (Rp6.153), cabai merah TW turun 5,07% (Rp3.070), cabai merah keriting turun 4,66% (Rp2.441), serta bawang merah turun 4,22% (Rp2.256).

Tren ini menjadi angin segar setelah sebelumnya harga cabai sempat melonjak tajam dan membebani daya beli masyarakat.

Namun, pemerintah mengingatkan bahwa komoditas hortikultura memiliki karakteristik fluktuatif karena sangat dipengaruhi faktor cuaca dan keterbatasan daya simpan.

“Komoditas hortikultura merupakan bahan pangan yang mudah rusak, tidak dapat disimpan lama dan produksinya dipengaruhi oleh cuaca,” ungkapnya.

Untuk menjaga tren positif ini tetap berlanjut, pengawasan di lapangan terus diperketat. 

Satgas Saber Pangan disebut aktif melakukan pemantauan di berbagai pasar guna memastikan stabilitas harga dan mencegah spekulasi yang dapat memicu lonjakan kembali.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi pangan yang masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Penurunan harga hortikultura di awal Mei diharapkan menjadi momentum untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya reda. (agr/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral