- tvOnenews - Aldi Herlanda
Gus Ipul Tegaskan Muktamar NU ke-35 Tak Ada Intervensi Kekuasaan
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan Muktamar NU ke-35 tidak ada intervensi kekuasaan.
Gus Ipul mengungkapkan, mukatamar akan berlangsung secara independen dan sesuai dengan mekanisme dari organisasi.
"Tidak ada. Saya pastikan tidak akan ada," ucap Gus Ipul, Minggu (9/5/2026).
Gus Ipul juga menegaskan, bahwa muktamar berjalan sesuai keinginan organisasi dan tidak akan ada campur tangan dari kekuasaan yakni Presiden Prabowo.
"Prasiden kenal baik tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, banyak kenal ulama, banyak kenal kiai, banyak kenal pengasuh pesantren. Jadi saya percaya Pak Presiden akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan pimpinan Nahdlatul Ulama kepada Muktamar," tegasnya.
Sebelumnya, Gus Ipul menyebut, nama Nasaruddin Umar miliki potensi maju sebagai Ketua Umum (Ketum) di Muktamar 2026, karena pernah menjadi Katib Aam.
"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya," katanya, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Gus Ipul juga menyebut ada sejumlah nama yang berpotensi maju yakni Yahya Cholis Staquf dan mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj.
"Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam. Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi tinggal berkenan apa nggak," jelasnya.
Meski begitu, kata Gus Ipul PBNU terbuka untuk siapa saja yang ingin mencalonkan sebagai Ketum namun harus sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang berlaku.
"Semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri, apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang saya kira siap untuk menjadi ketua umum memiliki kriteria yang cukup," ujarnya.
Diketahui, PBNU resmi memutuskan muktamar ke-35 akan digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Sementara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) untuk menyiapkan materi yang akan dibawa ke muktamar, akan dilaksanakan pada Juni. (aha/aag)