- Istimewa
Surplus Listrik Nasional Harus Dimanfaatkan, Daulat Energi Dorong Percepatan Program Kompor Listrik Induksi
Menurut Daulat Energi, migrasi bertahap dari LPG ke kompor listrik induksi bukan hanya berpotensi mengurangi impor LPG, tetapi juga mempercepat integrasi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, air, dan biomassa ke dalam sistem kelistrikan nasional.
“Program ini bukan sekadar soal kompor rumah tangga, tetapi bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional,” tegas Ridwan.
Koordinator Daulat Energi juga menilai program kompor listrik induksi sebenarnya telah memiliki landasan kajian yang cukup matang. Pada tahun 2022, Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) telah melakukan berbagai kajian teknis, ekonomi, serta proyek percontohan di sejumlah daerah.
Dalam keterangannya, Daulat Energi turut menyoroti tingginya beban impor LPG nasional yang menurut data Kementerian ESDM mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dengan nilai mencapai Rp120–150 triliun. Di sisi lain, alokasi subsidi dan kompensasi listrik tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp210 triliun.
Karena itu, Koordinator Daulat Energi memandang percepatan program kompor listrik induksi dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan impor energi, memperkuat efisiensi subsidi, serta meningkatkan pemanfaatan kapasitas listrik nasional secara optimal.