- Ist
Pengamat: MBG Jadi Fondasi Penting dan Strategis SDM Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta, tvOnenews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan hanya menjadi program pemenuhan gizi nasional, tetapi juga dapat menjadi penggerak lahirnya ekosistem perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih kuat di Indonesia.
Pemerhati jaminan sosial Teguh Purwanto mengatakan keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang diberikan kepada anakanak Indonesia, tetapi juga oleh kualitas perlindungan terhadap para pekerja yang terlibat di dalam rantai operasional program tersebut.
“MBG bukan sekadar bicara makanan bergizi gratis. Ada ekosistem besar di dalamnya, mulai dari tenaga kerja, distribusi, pengelolaan dapur umum, hingga keberlanjutan perlindungan jaminan sosialnya,” ujar Teguh dalam keterangannya di Jakarta.
Teguh menilai negara perlu hadir memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja yang terlibat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian penting dari keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
Dalam pemaparannya mengenai pengembangan BPJS Ketenagakerjaan menuju Universal Coverage, Teguh menyebut Program MBG diproyeksikan melibatkan kurang lebih terdapat lebih 25.000 SPPG dengan total lebih dari 1,2 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, kualitas SDM dan kesehatan, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap sektor ketenagakerjaan nasional.
“Kalau ekosistem pekerjanya terlindungi dengan baik, maka kualitas layanan MBG juga akan semakin baik. Pekerja akan merasa aman, nyaman, dan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap kualitas dan keberhasilan program,” ungkapnya.
Teguh yang telah berkarier lebih dari tiga dekade di BPJS Ketenagakerjaan menilai perlindungan sosial bagi pekerja SPPG penting untuk menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan perlindungan tersebut dapat mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, Jaminan Hari Tuan, jaminan kematian, bahkan jika memungkinkan hingga program pensiun.
“Ketika pekerja merasa terlindungi dari risiko sosial, mereka akan memberikan kualitas kerja terbaiknya atas kualitas MBG. Itu penting karena mereka merupakan bagian dari sistem yang menopang kualitas gizi generasi anak bangsa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Teguh, pendekatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam penguatan kualitas SDM dan pemerataan kesejahteraan sosial.
Pria yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan University of New South Wales Australia itu juga menilai Program MBG merupakan investasi strategis dan penting dalam jangka panjang untuk meningkatkan kualitas daya saing bangsa bangsa yang lebih kompetitif ke level global.
Ia mengaku memiliki pengalaman pribadi mengenai pentingnya pola makan bergizi sejak usia dini.
Teguh mengatakan dirinya berasal dari keluarga sederhana, namun orang tuanya tetap berusaha menyediakan makanan bergizi dengan segala keterbatasannya seperti sayuran, kacang-kacangan, susu, tempe, tahu, daging, ikan dan buahbuahan untuk menunjang tumbuh kembang anak.
“Dari situ saya belajar bahwa gizi sangat menentukan kualitas SDM dimasa mendatang. Ketika anak-anak dipersiapkan sejak kecil dengan gizi yang baik, mereka punya peluang lebih besar untuk bersaing dan berkembang dimasa depan,” ucapnya.
Selain memiliki pengalaman panjang di bidang jaminan sosial khususnya dalam bidang investasi, keuangan, perencanaan strategis, change management, Kepala Kantor Wilayah dan manajemen risiko, Teguh juga aktif dalam berbagai forum nasional dan internasional terkait perlindungan sosial, investasi, dan ketenagakerjaan.
Ia berharap Program MBG dapat terus diperkuat sebagai bagian dari strategi besar negara dalam membangun fondasi kuat untuk generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“MBG adalah langkah awal membangun SDM berkualitas dan unggul Indonesia. Ini bukan hanya program jangka pendek, tetapi investasi besar bangsa berkelanjutan dalam jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.