- Facebook/I Love Pati
Ngaku-ngaku Ulama Berkedok 'Kiai', Ashari Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Adalah Dukun!
Pati, tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret sosok Ashari di Pati, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian publik. Di tengah ramainya penyebutan dirinya sebagai kiai atau tokoh agama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah justru memberikan penegasan mengejutkan.
PWNU Jawa Tengah menyebut Ashari bukan bagian dari ulama maupun pengasuh pesantren dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Sosok yang selama ini dikenal masyarakat sebagai “Kiai Ashari” justru disebut lebih tepat sebagai tabib atau dukun spiritual.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Ketua PWNU Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.
“Dia itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun,” tegas Gus Rozin saat memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
PWNU Tegaskan Ashari Bukan Bagian dari Pesantren NU
PWNU Jawa Tengah menilai penting untuk meluruskan status Ashari agar masyarakat tidak menggeneralisasi kasus tersebut terhadap seluruh pondok pesantren.
Menurut hasil penelusuran internal, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo yang diasuh Ashari juga disebut bukan bagian dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).
PWNU menyebut aktivitas Ashari selama ini lebih banyak dikenal melalui praktik pengobatan alternatif, ritual spiritual, hingga kegiatan yang diklaim berkaitan dengan tirakat dan penyembuhan nonmedis.
Ashari disebut memanfaatkan simbol-simbol agama untuk membangun kepercayaan masyarakat hingga memiliki banyak pengikut.
Disebut Punya Banyak Relasi dan Klien Ritual Spiritual
Dalam keterangannya, PWNU juga menyoroti dugaan relasi luas yang dimiliki Ashari selama bertahun-tahun.
Gus Rozin menyebut ada kemungkinan sejumlah klien pengobatan atau ritual spiritual Ashari berasal dari berbagai kalangan, termasuk tokoh tertentu hingga unsur aparat.
Hal itu disebut menjadi salah satu alasan mengapa tersangka diduga merasa aman menjalankan aktivitasnya dalam waktu lama.
Kasus ini pun memicu sorotan publik karena dianggap bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga menyangkut penyalahgunaan kepercayaan masyarakat melalui kedok spiritual dan agama.
Isi Chat WhatsApp ke Korban Bikin Publik Geram
Di sisi lain, kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap pihaknya telah mengantongi sejumlah barang bukti yang memperkuat laporan dugaan pencabulan terhadap santriwati.