- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Juri LCC Empat Pilar MPR RI Dicecar Publik Minta Maaf, Ini Pengakuan Mengejutkan Indri Wahyuni: Itu Sekolah Bekas Wilayah Konflik 1999
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Indri Wahyuni menjadi perbincangan hangat publik usai viral video Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinisi Kalimanatan Barat (Kalbar) diduga miliki unsur kecurangan.
Pasalnya, Indri Wahyuni yang merupakan salah satu juri LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tersebut mengkiritik pembelaan seorang siswi peserta lomba yang sebelumnya mendapat pengurangan nilai akibat jawabannya dianggap tak benar olehnya.
Padahal, jawaban siswi tersebut diikuti oleh peserta lainnya yang justru mendapatkan nilai tambah dengan penilaian benar oleh Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.
Lantas Indri Wahyuni pun menuai kritik tajam dari pbulik dengan sikapnya yang enggan mengklarifikasi atau menyampaikan permohonan maaf terkait kesalahan penilaian dirinya sebagai juri LCC tersebut.
- istimewa
Tak samapi di situ, netizen pun lantas memburu sejumlah akun media sosial Indri Wahyuni usai video dirinya yang mengkritik pembelaan seorang peserta lomba itu.
Polemik pun terus bergulir dengan viralnya status Whatsapp Indri Wahyuni yang tersebar diberbagai akun media sosial.
Buakan menyesal ataupun menyampaikan permintaan maaf, Indri Wahyuni justru memberikan pembelaan terkait keputusannya sebagai dewan juri.
"Jawaban sapu jagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seoalah-olah jawaban tersebut benar. Sekaolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tersebut yang menang. Semoga ada jalan untuk sekolah tersebut membuktikan diri di nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis status yang disebutkan curhatan dari Indri Wahyuni dilihat pada Rabu (13/5/2026).
Lantas pernyataan yang dialayangkan lewat status Whatsapp milik Indri Wahyuni itu pun kemabli menuai polemik dari warganet.
Pasalnya, berbagai paltform media sosial dan penggunanya menilai Indri Wahyuni justru enggan meminta maaf justru membela sekolah yang menjadi peserta dan menjadi juara dari LCC.
Publik menilai Indri wahyuni tak menjaga integritas dan netralitasnya sebagai dewan juri yang tak sepatutnya menyatakan pembelaan terhadap salah satu sekolah yang menjadi peserta lomba.