- Istimewa
Kakorlantas Polri Warning Pengendara saat Libur Kenaikan Isa Al-Masih: “Cepat Sampai Tak Lebih Penting dari Pulang Selamat”
Irjen Agus secara khusus mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri apabila mulai merasa lelah atau mengantuk di perjalanan. Pengemudi diminta memanfaatkan rest area maupun pos pelayanan yang telah disiapkan kepolisian di sejumlah titik strategis.
“Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada memaksakan diri dalam kondisi lelah. Cepat sampai tidak pernah lebih penting daripada pulang dengan selamat. Jalan raya seharusnya menjadi ruang keselamatan, bukan ruang kehilangan,” tegasnya.
Personel Polisi Lalu Lintas Siaga 24 Jam
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri menyiagakan personel di berbagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Petugas ditempatkan di jalur tol, persimpangan utama, kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga lokasi yang diprediksi mengalami kepadatan kendaraan selama libur panjang.
Irjen Agus menegaskan kehadiran polisi lalu lintas di lapangan bukan hanya untuk melakukan pengaturan arus kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Personel kita standby 24 jam. Kami hadir bukan hanya mengatur arus kendaraan semata. Namun dengan Program Polantas Menyapa, segenap jajaran Korps Lalu Lintas sejatinya siap melayani dan memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengendara dan pengguna jalan,” ungkapnya.
Kakorlantas Ingatkan Pengendara Kendalikan Emosi
Dalam beberapa momentum libur nasional terakhir, pendekatan humanis disebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman dan tenang bagi masyarakat.
Selain melakukan rekayasa lalu lintas, polisi juga aktif membantu pengendara yang mengalami kendala di perjalanan.
Irjen Agus menilai keselamatan berlalu lintas tidak bisa diwujudkan hanya oleh kepolisian semata. Kesadaran masyarakat untuk disiplin dan menghormati pengguna jalan lain menjadi faktor utama terciptanya keamanan di jalan raya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran berbahaya seperti melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, hingga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Kepadatan arus lalu lintas sering kali memancing emosi dan ego di jalan. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk menjaga kesabaran. Saling menghormati sesama pengguna jalan adalah bagian dari keselamatan itu sendiri,” tuturnya.