- Hery Sampurno/tvOne
Tangis Bayi dari Kandang Sapi Gegerkan Situbondo, Wanita Muda Mengaku Melahirkan Sendiri
Situbodo, tvOnenews.com - Tangisan lirih memecah malam di Dusun Krajan Selatan, Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Warga yang penasaran mencari sumber suara dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan yang tergeletak di depan kandang sapi hanya beralaskan tikar plastik merah.
Bayi mungil itu ditemukan masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Bibirnya membiru diduga akibat udara dingin malam, sementara tali pusar dan bercak darah masih menempel di tubuhnya.
Penemuan bayi tersebut sontak menghebohkan warga kampung. Dalam hitungan menit, ratusan warga berdatangan ke lokasi.
- tvOne - hery sampurno
Sebagian berusaha menolong bayi, sementara lainnya memanggil petugas medis dan aparat kepolisian.
Bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga lanjut usia bernama Sujiman (74). Saat itu, ia mendengar suara tangisan dari arah kandang ternak sapi yang berada tidak jauh dari rumah warga.
“Waktu ditemukan masih hidup, tapi kondisinya dingin sekali. Bibirnya membiru,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Warga kemudian membawa bayi perempuan itu ke Puskesmas Kendit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Beruntung, nyawa bayi berhasil diselamatkan.
Bidan Puskesmas Kendit, Endang Sri Wahyuni, mengatakan kondisi bayi kini mulai stabil setelah mendapat perawatan intensif.
“Bayi lahir dengan berat sekitar tiga kilogram. Saat datang memang mengalami hipotermia ringan karena suhu dingin, namun sekarang kondisinya sudah membaik dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Hanya dalam beberapa jam, polisi berhasil mengetahui identitas wanita yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut.
Kapolsek Kendit, Iptu Sugiono, membenarkan adanya penemuan bayi perempuan di depan kandang sapi tersebut.
Polisi telah meminta keterangan seorang wanita muda berinisial PI (22), warga setempat, yang diduga melahirkan bayi tersebut.
“Masih tahap penyelidikan dan pendalaman motif. Yang bersangkutan belum diamankan dan saat ini masih berada di rumahnya,” kata Sugiono.
Dari hasil pemeriksaan awal, wanita tersebut mengaku melahirkan sendiri di kandang sapi tanpa bantuan tenaga medis karena takut kehamilannya diketahui orang tuanya.
Polisi juga masih mendalami pengakuan awal terkait status hubungan wanita itu dengan seorang pria yang disebut sebagai ayah bayi.
Kepada petugas, PI mengaku telah menikah siri dengan pria yang masih tinggal di lingkungan sekitar rumahnya.
Menurut pengakuannya, setelah proses persalinan selesai, ia sempat meninggalkan bayinya di lokasi untuk mengambil kain di rumah guna melindungi sang bayi dari udara dingin malam.
Namun sebelum kembali, tangisan bayi lebih dulu terdengar warga dan memicu kepanikan di kampung tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan geger di tengah masyarakat, tetapi juga menghadirkan ironi sosial tentang ketakutan, tekanan, dan keputusasaan yang dialami seorang perempuan muda hingga memilih melahirkan seorang diri di tempat yang tidak layak.
Sementara itu, bayi perempuan berkulit putih tersebut hingga kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Kendit dan mendapat perhatian khusus dari tenaga medis maupun warga sekitar. (hso/muu)