GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Kasus Penitipan Bayi di Bidan Sleman, Polisi Periksa 6 Orangtua

Buntut kasus penitipan bayi ke bidan berinisial ORP di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Kini Polisi identi
Senin, 11 Mei 2026 - 15:40 WIB
Ilustrasi bayi
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut kasus penitipan bayi ke bidan berinisial ORP di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Kini Polisi mengidentifikasi beberapa orang tua dari 11 bayi hingga periksa enam orang tua bayi.

"Ibunya (bayi) yang sudah kita mintai keterangan atau klarifikasi, enam ibu," ucap Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari keterangan para orang tua tersebut, mereka menitipkan bayinya karena berbagai alasan. Salah satunya karena sibuk hingga belum berstatus menikah.

"Orang tuanya (alasannya) karena memiliki kesibukan ataupun memiliki status yang mungkin masih belum menikah, makanya sementara dititipkan. Tapi mereka rata-rata beralasan karena kesibukan dan akan mengambil kembali (bayinya)," jelasnya.

Orang tua bayi tersebut ada yang berasal dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.

"Ada yang kerja, ada yang mahasiswi," katanya.

Lanjutnya menjelaskan, bahwa 11 bayi yang dievakuasi pada Jumat (8/5) lalu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan.

"Dan status orang tua saat ini, kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum memiliki status menikah atau belum kawin. Sehingga ya, kami tentunya nanti dalam pengambilan yang kami sampaikan tadi perlunya asistensi, itulah kehati-hatian kami untuk memberikan pengasuhan kembali kepada orang tuanya," kata Wiwit.

ayi-bayi ini dibantu persalinannya oleh bidan berinisial ORP yang membuka praktik di Kapanewon Gamping, Sleman. Karena di sana sedang ada hajatan, selama sepekan terakhir bayi-bayi ini dirawat di Pakem.

Di Pakem, bayi-bayi itu dirawat oleh ibu ORP yang berinisial K bersama suaminya yang berinisial S dan seorang pembantu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para orang tua ini membayar Rp50 ribu per hari kepada bidan ORP. Polisi masih menelusuri ada tidaknya tindak pidana dalam kasus ini. ORP diketahui hanya memiliki izin praktik bidan, bukan izin penitipan anak.

"Membayar, satu harinya Rp 50 ribu untuk satu anaknya. Itu yang tentunya Rp 50 ribu dari anak-anak ini, kebutuhannya kan lumayan. Ya, kita belum tahu apakah dengan Rp 50 ribu itu mencukupi atau enggak," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Danantara Belum All In di GOTO, Pandu Sjahrir Sebut Masih Tunggu Game Plan

Danantara Belum All In di GOTO, Pandu Sjahrir Sebut Masih Tunggu Game Plan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberi sinyal belum akan agresif menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meski
Detik-detik Bea Cukai Bekuk Pria India Pakai Popok Isi Butiran Emas Rp700 Juta di Bandara Soetta

Detik-detik Bea Cukai Bekuk Pria India Pakai Popok Isi Butiran Emas Rp700 Juta di Bandara Soetta

Mencuat kabar yang mengejutkan warganet di media sosial, terkait detik-detik Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta bekuk pria asal India pakai popok isi butiran emas
Jelang Putusan MSCI, Danantara Pasang Badan untuk Pasar Indonesia: Insyaallah Besok Baik

Jelang Putusan MSCI, Danantara Pasang Badan untuk Pasar Indonesia: Insyaallah Besok Baik

Jelang pengumuman MSCI, CIO Danantara Pandu Sjahrir yakin bahwa pasar modal Indonesia tetap berada di jalur positif meski berada dalam sorotan investor global.
Lupakan Dean Zandbergen, Timnas Indonesia Bisa Lirik Top Skor Klub Kasta Teratas Eropa yang Eligible Dinaturalisasi Ini Buat Bela Garuda

Lupakan Dean Zandbergen, Timnas Indonesia Bisa Lirik Top Skor Klub Kasta Teratas Eropa yang Eligible Dinaturalisasi Ini Buat Bela Garuda

Timnas Indonesia memiliki opsi menarik untuk memperkuat lini serang. Di tengah ketidakjelasan proses naturalisasi Dean Zandbergen, muncul nama muda potensial.
Modus Palsukan Iklan Marketplace, Sindikat Penipuan Mobil Online Lintas Provinsi Dibongkar Polda Jatim

Modus Palsukan Iklan Marketplace, Sindikat Penipuan Mobil Online Lintas Provinsi Dibongkar Polda Jatim

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar sindikat penipuan online berkedok jual beli mobil dengan modus skema segitiga yang beroperasi lintas daerah
GRIB Jaya Bantah Jadi Penyebab Persija vs Persib Pindah dari GBK, Klaim Sudah Booking Sejak Lama

GRIB Jaya Bantah Jadi Penyebab Persija vs Persib Pindah dari GBK, Klaim Sudah Booking Sejak Lama

GRIB Jaya membantah jadi penyebab Persija vs Persib batal digelar di GBK. Mereka mengaku sudah booking izin penggunaan kawasan sejak jauh hari.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral