- Antara
Libur Panjang Tiba, Kakorlantas Pastikan Polisi Siaga 24 Jam Pergerakan Arus Lalu Lintas secara Real Time
Jakarta, tvOnenews.com - Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang (long weekend) Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama menjadi perhatian serius kepolisian.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan kesiapan personel di lapangan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas serta keamanan warga yang bepergian.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa seluruh jajaran kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama masa libur tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi pimpinan tertinggi Polri.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, kami hadir di tengah masyarakat, melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan,” ungkap Agus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5).
Dalam menghadapi potensi kepadatan kendaraan, Korlantas mengandalkan program khusus bertajuk "Polantas Menyapa dan Melayani".
Melalui inisiatif ini, petugas tidak hanya sekadar mengatur jalan, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada pengendara di lokasi-lokasi yang dianggap rawan kemacetan.
“Kami hadir untuk melayani. Melalui program Polantas Menyapa dan Melayani, kami akan berada di titik-titik krusial untuk membantu kelancaran, mengedukasi, dan memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dan selamat selama di perjalanan hingga nantinya kembali,” jelasnya.
Selain pengerahan personel fisik, pengawasan juga dilakukan secara digital melalui pemantauan arus kendaraan secara real time.
Hal ini memungkinkan polisi merespons gangguan lalu lintas dengan cepat selama 24 jam penuh.
“Personel kami siaga 24 jam. Kami akan terus memantau pergerakan arus secara real time. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin, ikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Agus.
Di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, Polda Metro Jaya memberikan perhatian khusus pada keamanan rumah ibadah.
Seluruh rangkaian ibadah di gereja-gereja dipastikan berjalan kondusif mulai dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2026.
Tak hanya fokus pada gereja, aparat juga menyisir kawasan pusat perbelanjaan dan destinasi wisata yang diperkirakan bakal diserbu pengunjung.
Langkah preventif ini mencakup pengamanan dari tindak kriminalitas, pengaturan parkir, hingga upaya menangkal penyebaran isu provokatif atau hoaks di media sosial yang dapat mengganggu ketertiban umum. (ant/dpi)