- tvOneNews
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF
WS menuturkan, pelaku mengaku akan kembali ke Indonesia. Namun, Heric menjelaskan kalau dirinya sama sekali tidak begitu mengetahui tentang Indonesia.
"Dia meminta izin untuk punya teman Indonesia sehingga meminta nomor kantor saya. Ya jelas saya menolak karena dia mohon-mohon dan saya menawarkan agar DM di Instagram," jelasnya.
Pelaku mengaku tidak bermain media sosial. Hingga akhirnya, WS memberikan nomor kontak ponsel miliknya dan untuk melanjutkan komunikasi.
Suatu waktu anak dari ibu tunggal tersebut study tour dari Belgia menuju Prancis. Hal mengejutkan situasi ini diketahui oleh pelaku sehingga meminta izin untuk menelepon dirinya.
Mulai dari sinilah pelaku menceritakan kisah pilunya. Tujuannya berusaha menarik simpati WS.
WS mengaku dirinya sangat berempati dan kasihan kepada Heric. Salah satu hal pilu yang membuat WS bergetar saat pelaku bercerita bahwa sang istri meninggal dunia akibat insiden pesawat jatuh.
"Akhirnya dia kerja di Indonesia, tapi kemudian dia memutuskan untuk balik. Saya hanya bisa menyemangati dan memberikan pandangan-pandangan basic," katanya.
Ia selalu bersikap ramah kepada Heric. Bahkan, ia sudah bertemu dengan pelaku sebanyak delapan kali.
Seiringnya waktu, ia mulai merasa seperti robot selalu dimintai tolong untuk mengirim uang. Mulanya, ibu tunggal asal Surabaya itu diminta sebesar Rp5 miliar.
Namun, ia hanya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp2,1 miliar, salah satunya dari hasil menjual aset dan rumah. Ia mengaku saat itu masih belum menyadari kenapa rela melakukan hal itu.
"Puncaknya, saya nggak banget, nggak di logika nalar itu, saya bisa mengumpulkan uang saya terus disuruh ditukar menjadi dolar US," ucapnya.
Selepas itu, WS tiba-tiba diajak ke Jakarta. Ia pun menerima permintaan tersebut sehingga rela membawa mobil menuju Jakarta. Seusai tiba, ada mobil lain dan dua ojek online (ojol) yang datang.
Momen mencekam terjadi saat diduga seseorang berasal dari Ambon menodong senjata api pistol. Saat itu uang Rp2,1 miliar miliknya sudah berada di tas Henric.
"Saya juga dikejar sambil ditodong pistol oleh orang Ambon, saya cuma bisa angkat tangan. Kemudian, ada dua orang ojol mengambil koper di bagasi kayak sudah tahu letak (uang Rp2,1 miliar) semua, kemudian mereka pergi bareng," bebernya.