news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ibu asal Surabaya, WS menceritakan kronologi menjadi korban kasus love scamming Rp2,1 miliar oleh warga Cirebon keturunan Kamerun, Heric Simphorien Mbouya.
Sumber :
  • tvOneNews

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Jumat, 15 Mei 2026 - 03:20 WIB
Reporter:
Editor :

Kejadian ini langsung mendorong WS ke kantor UNICEF di Jakarta. Dari sinilah, korban baru menyadari bahwa dirinya telah ditipu dan terjerat love scamming oleh pelaku.

"Dan ternyata semua ceritanya itu bohong. Tidak ada William Lebaux kerja di UNICEF," kagetnya.

WS langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia bahkan coba berusaha menelusuri jejak pelaku sehingga menemui istri serta mertua pelaku yang disebut sebagai keluarga kaya di Kabupaten Cirebon.

"Si istri berinisial VS itu sudah mengaku di depan polisi, di depan Pak RT, dan warga di sana bahwa dia menerima tapi sudah dipakai untuk bayar utang. Ketika saya meminta dikembalikan uangnya, saya diblok dan lalu menghilang," paparnya.

"Saya coba ke mertuanya tapi cuek banget, diam aja. Kayak si pelaku, istri, sama mertua sangat solid banget. Saya cuma ingin meminta uang saya balik karena itu hasil dari keringat saya," tambahnya.

Reaksi KDM

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Melalui Instagram pribadinya pada Kamis (14/5/2026), KDM menanggapi jeritan dari WS. Ia berterima kasih lantaran ibu tunggal tersebut bersuara agar Pemprov Jabar ikut menuntaskan kasus ini.

Dedi Mulyadi mengaku sudah memahami musibah dialami WS. Pemprov Jabar sudah berkoordinasi dengan tim pengacara dari Jabar Istimewa untuk menyikapi kasus ini.

Kata mantan Bupati Purwakarta itu, kasus ini juga sudah sampai ke Mabes Polri. Pihak Kepolisian telah mendeteksi pelaku melarikan diri ke Malaysia.

"Sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) dari Mabes Polri," ungkap KDM.

KDM juga menyoroti soal pihak keluarga pelaku penipuan dan perampokan bersenjata ini. Menurutnya, mereka tidak berkaitan dengan kasus ini dan tidak sembarang menetapkan keluarga pelaku sebagai tersangka.

"Semoga DPO-nya segera ditemukan dan kasus ini segera selesai. Mohon maaf apabila ada keterlambatan dari kami. Kami sifatnya memfasilitasi agar seluruh hal bisa terselesaikan dengan baik," tukas Dedi Mulyadi.

(hap)

 

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral