news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Joane Win.
Sumber :
  • Istimewa

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Joane Win: Jadi Momentum Refleksikan Kembali Cita-cita Luhur Bangsa

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) selalu diperingati setiap tanggal 20 Mei. Sebuah momen bersejarah untuk mengenang semangat persatuan dan kesadaran nasional yang dimulai sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.
Rabu, 20 Mei 2026 - 15:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) selalu diperingati setiap tanggal 20 Mei. Sebuah momen bersejarah untuk mengenang semangat persatuan dan kesadaran nasional yang dimulai sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Dalam rangka memperingati Harkitnas pada 20 Mei 2026, Joane Win mengajak masyarakat dengan Harkitnas seharusnya menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali cita-cita luhur bangsa, terutama dalam menegakkan keadilan hukum yang saat ini dinilai banyak pihak sedang mengalami kemunduran serius.

“Kebangkitan nasional modern tidak lagi sekadar melawan penjajah asing, melainkan melawan korupsi, nepotisme, dan matinya hati nurani penegak hukum,“ ujar Joane dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Lebih lanjut, pemilik Regina Art itu menerangkan bahwa jika hukum kehilangan objektivitasnya, Indonesia berisiko bergeser dari negara hukum (rechtsstaat) menjadi negara kekuasaan (machtstaat).

“Kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebuah momentum sejarah yang lahir dari rahim keberanian para pemuda tahun 1908. Mereka bangkit melawan penindasan."

"Namun hari ini, 118 tahun kemudian, mari kita bertanya pada nurani kita masing-masing: Apakah bangsa ini sudah benar-benar merdeka secara utuh?” lanjutnya.

"Kita melihat pelemahan lembaga-lembaga pengawas, putusan hukum yang tebang pilih, dan ruang bagi korupsi yang kian melebar. Ini bukan sekadar kemunduran hukum, ini adalah pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi dan fondasi moral bangsa kita,” sambung Joane.

Lebih lanjut, Joane mempertanyakam soal tindakan yang harus diambil oleh masyarakat dan pemuda.

“Tidak, kita tidak boleh diam,” tegasnya.

Menurutnya sejarah telah mengajarkan bahwa kebangkitan tidak pernah lahir dari kenyamanan. Kebangkitan lahir dari kegelisahan, dari kemarahan yang sehat atas ketidakadilan, dan dari keberanian untuk melangkah maju.

"Jika seratus tahun lalu musuh kita adalah penjajah asing, maka musuh kita hari ini adalah korupsi, kesewenang-wenangan, dan matinya hati nurani para penegak hukum," papar Joane.

Bagi Joane, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan kedua. Sebuah gerakan moral untuk merebut kembali keadilan yang dirampas.

Joane menyampaikan kepada masyarakat untuk menyalakan api optimisme.

“Mari kita bangkit. Bangkit untuk menegakkan keadilan yang seadil-adilnya di bumi Nusantara. Target kita jelas, yaitu Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:50
02:34
01:38:42
16:07
13:47
14:22

Viral