news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Prabowo Beri Peringatan Untuk Tak Kagum Kepada Bangsa Perampas Kekayaan

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada bangsa Indonesia agar tidak terus-menerus memandang rendah diri di hadapan negara lain.
Rabu, 20 Mei 2026 - 16:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada bangsa Indonesia agar tidak terus-menerus memandang rendah diri di hadapan negara lain.

Dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa kaya yang selama berabad-abad menjadi incaran kekuatan asing.

Pesan itu disampaikan saat penyerahan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di Gedung DPR, Jakarta.

Di tengah pembahasan arah ekonomi nasional, Prabowo justru menyoroti mentalitas bangsa yang menurutnya terlalu mudah mengagumi negara-negara besar tanpa memahami sejarah di balik kekayaan mereka.

“Hendaknya jangan kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” tegas Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia harus mulai membangun rasa percaya diri sebagai negara besar yang memiliki sumber daya melimpah. Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terus menerus menerima begitu saja ajaran atau pandangan dari negara lain yang dinilai tidak selalu sejalan dengan praktik yang mereka jalankan sendiri.

“Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita padahal mereka tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita,” kata dia.

Meski menyampaikan kritik tajam, Prabowo menegaskan dirinya tidak sedang mengajak rakyat Indonesia membenci bangsa lain. Ia justru meminta masyarakat belajar dari sejarah dunia, terutama bagaimana bangsa-bangsa kuat mampu bertahan karena pemimpinnya memiliki kebanggaan terhadap negaranya sendiri.

“Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun, saya tidak mengajak untuk membenci bangsa lain tidak, bahkan saya mengajak belajar tapi kita harus belajar dari sejarah,” tuturnya.

Dalam pidato tersebut, Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah selalu memberi hukuman kepada bangsa yang gagal belajar dari masa lalu.

Menurutnya, para pendiri bangsa sejak awal telah memahami bahwa kekayaan Nusantara akan terus menjadi sasaran kekuatan asing apabila para pemimpin di dalam negeri lemah dan tidak bersatu.

“Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin di nusantara kita lemah, pemimpin di nusantara tidak bersatu maka kekayaan nusantara akan terus diambil kekuatan di luar nusantara,” tandas dia.(agr/raa)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:50
02:34
01:38:42
16:07
13:47
14:22

Viral