- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Anindya Bakrie Ungkap KIGC Tempat Kumpul Pelobi Ulung: Bisa Perkuat Komite Bilateral Luar Negeri
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan bahwa Kadin Indonesia Golf Club (KIGC) merupakan tempat kumpul pelobi ulung untuk memperkuat komite bilateral luar negeri hingga meningkatkan usaha perdagangan.
Hal ini dinyatakan dirinya usai melaksanakan pengukuhan kepengurusan Kadin Indonesia Golf Club periode 2026-2027, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
“Jadi, banyak acara yang kalau misalnya kita telat, kita takut. Dan kalau misalnya enggak datang, wah, itu pamali. Nah, ini salah satunya ini. Kenapa? Karena Kadin Indonesia Golf Club ini menurut saya, ini bisa dibilang semacam dewan syuronya Kadin. Jadi, ini berkumpul para pelobi-pelobi ulung, baik untuk organisasi maupun juga luar organisasi,” kata Anindya, saat memberikan sambutan.
Bahkan menurut Anindya, KICG dapat juga diselaraskan dengan upaya-upaya Kadin dalam bermitra strategis dengan pemerintah.
“Jadi bagaimana kita bisa lakukan lobi-lobi ini secara lebih efektif. Tentu sekalian juga untuk kita bersilaturahmi, bersenang-senang, dan juga yang bukan sesuatu hiburan, apalagi tadi Kang Idit bilang ini profit center, luar biasa,” ungkap Anindya.
Kemudian, Anindya mengatakan, Kadin Indonesia Golf Club ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena merupakan olahraga yang tentunya ada industrinya dan sangat dekat dengan pariwisata.
“Dan yang ketiga menurut saya, kenapa tidak? suatu saat kalau bermimpi ini juga bisa memperkuat komite bilateral luar negeri. Dan mungkin di tempat-tempat tertentu tentu kita bisa pikirkan bagaimana ya justru kita mencari usaha, perdagangan, investasi dengan melakukan lobi-lobi melalui golf,” jelas Anindya.
Selain itu, Anindya menerangkan, KIGC juga merupakan sarana yang luar biasa untuk menyatukan Kadin Indonesia dengan Kadin Provinsi, dan juga asosiasi-asosiasinya.
“Jadi ini benar-benar bisa dibilang lembaga yang strategis. Bahkan benar juga, kalau kita di lapangan golf paling sedikit 5 jam, bisa-bisa 6, 7 jam. Itu lebih lama dari rapat apa pleno, pengurus harian. Dan pasti kan comradery-nya juga terbangun dengan baik,” ungkap Anindya. (ars/dpi)