- Kolase tangkapan layar YouTube FHI Multimedia & Instagram/@suaratanahairnew
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan
Dika mengatakan, tersangka telah mengakui perbuatannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kiai cabul itu telah melakukan aksinya sekitar 11 kali.
"Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya, aksi pencabulan tersebut sudah dilakukan kurang lebih sebanyak 11 kali," terang Dika.
Terkini, penahanan terhadap Kiai Ashari dipindahkan ke Polda Jateng. Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro menyampaikan alasan pemindahan tersangka dengan alasan keamanan.
"Namun, penyelidikan masih terus berkembang guna mengungkap seluruh fakta dalam kasus yang menghebohkan masyarakat itu," ucap Iswantoro kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
2. Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Santriwati
- Antara
Sosok KH Abdul Khalim Fadlun mendadak mencuri perhatian publik. Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran di Pekalongan resmi diamankan atas dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
Polisi menangkap kiai cabul tersebut pada Rabu (27/5/2026). Menariknya, momen ini sempat mengalami ketegangan akibat sekelompok massa dari organisasi masyarakat (ormas) Yakuza Maneges mendatangi pesantren tersebut.
Ormas tersebut menuntut agar Pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati Buaran itu bertanggung jawab atas tindakannya yang dinilai sudah merugikan banyak santri.
Sementara, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menyampaikan alasan pihaknya menangkap terduga pelaku. Hal ini akibat enam santriwati melaporkan dugaan tindak pidana asusila dilakukan KH Abdul Khalim kepada polisi.
Enam santriwati yang melaporkan kasus dugaan pencabulan ini berusia 17 hingga 25 tahun. Mereka telah diperiksa sebagai korban.
"Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang," ujar AKBP Riki di Pekalongan, Rabu, 27 Mei 2026.
Menariknya, beberapa santriwati yang menjadi korban ikut hadir saat aksi penggerudukan dan penangkapan terhadap pelaku. Kedatangan mereka memberikan kesaksian di depan ratusan santri.
Mereka berharap agar santriwati lainnya yang diduga menjadi korban berani bersuara dan melaporkan pengasuh pesantren tersebut kepada polisi.
Sementara, juru bicara ormas Yakuza Maneges, Eko Ebes mengabarkan, pihaknya sebenarnya mendapat keluhan dari puluhan para korban.
Eko mengakui tantangan yang harus dilakukan pihaknya agar para korban berani melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak yang berwenang.