- Instagram/@w.o.d.d
Viral Kasus Prihantini dkk Diduga 'Liburan Gratis' Lewat Seminar Dunia, Begini Mekanisme Travel Grant ISPPD
“Makanya agak kecewa tahun ini banyak peneliti lain dari Indonesia yang tidak dapat,” ujarnya.
Di tahun 2026 ini, hanya ada salah satu peneliti Indonesia bernama Wa Ode Dwi Daningrat dan salah satu peneliti dari instansi lain yang mendapatkan.
Begini Mekanisme dan Ketentuan Travel Grant ISPPD
Berdasarkan ketentuan resmi ISPPD-14, Travel Grant hanya bisa diajukan melalui sistem pengumpulan abstrak penelitian. Artinya, peserta tidak dapat mendaftar bantuan perjalanan tanpa mengirimkan abstrak ilmiah terlebih dahulu.
Dalam proses seleksi, hanya penulis yang menjadi presenting author atau presenter resmi dalam program ilmiah ISPPD yang dapat dipertimbangkan menerima bantuan tersebut.
ISPPD menyebut penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, di antaranya:
-
Kualitas abstrak penelitian
-
Negara asal peserta
-
Tahapan karier peneliti
-
Motivasi menghadiri konferensi
-
Surat rekomendasi institusi yang ditandatangani oleh Kepala Departemen atau supervisor
Selain itu, prioritas utama diberikan kepada peneliti muda dan peserta dari negara-negara yang masuk kategori GAVI-eligible countries per 2025.
Indonesia sendiri tidak termasuk dalam daftar negara prioritas GAVI tersebut.
Hanifah menjelaskan bahwa mekanisme seleksi travel grant mirip seperti pengajuan beasiswa akademik internasional.
“Yang pertama dari abstrak yang diajukan. Kemudian dari surat rekomendasi institusi, dan terakhir diminta menulis semacam essay yang menjelaskan motivasi datang ke konferensi dan kenapa apply travel grant,” jelasnya.
Skema Pembiayaan Travel Grant ISPPD
Dalam ketentuan resmi ISPPD-14, bantuan travel grant mencakup beberapa komponen pembiayaan utama.
Berikut fasilitas yang diberikan kepada penerima travel grant:
-
Registrasi konferensi gratis
-
Hotel selama lima malam yang dibayar panitia
-
Reimburse tiket perjalanan sesuai batas tertentu
-
Kemungkinan penggantian biaya visa
Hanifah mengatakan seluruh penerima travel grant biasanya ditempatkan di hotel yang sama dan sudah diatur langsung oleh panitia konferensi.
“Kalau di ISPPD ini sistem travel grantnya adalah hotel dan registrasi sudah diurus dan dibayar panitia. Jadi biasanya para awardee kumpul di satu hotel,” ujarnya.
Sementara untuk tiket pesawat, sistem yang digunakan adalah reimbursement atau penggantian biaya setelah konferensi selesai.