news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mendag Budi Santoso..
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Rupiah Tertekan, Kemendag Pastikan Harga Pangan Tetap Aman: Telur Malah Surplus!

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS memunculkan kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok dan bahan baku impor.
Kamis, 4 Juni 2026 - 14:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS memunculkan kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok dan bahan baku impor. Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kondisi pangan nasional masih terkendali dan pasokan di pasar tetap aman.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum menerima laporan adanya gejolak harga pangan yang signifikan akibat tekanan kurs rupiah.

Saat ditanya mengenai potensi kenaikan harga komoditas impor seperti kedelai, Budi menegaskan bahwa data pemantauan pemerintah masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

“Belum, coba dicek di SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) harganya stabil,” kata Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat bahwa pelemahan rupiah akan berdampak langsung terhadap harga pangan, terutama komoditas yang masih bergantung pada impor bahan baku.

Meski demikian, Budi mengakui beberapa sektor memang mulai merasakan tekanan akibat gejolak nilai tukar, termasuk komponen yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap barang impor seperti suku cadang.

“Ya karena memang kondisinya lagi begini ya,” ujarnya saat menjawab pertanyaan mengenai kenaikan harga suku cadang.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kemendag mengaku terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang dan pasokan bahan baku impor agar tidak terjadi gangguan yang berujung pada kelangkaan maupun lonjakan harga.

“Ya pertama dari distribusi kemudian dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen jangan sampai itu pun terganggu gitu kan jangan sampai stok gak ada,” kata Budi.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kelancaran rantai pasok sehingga tekanan nilai tukar tidak langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga di tingkat konsumen.

Budi bahkan menyebut sejumlah komoditas masih berada dalam kondisi surplus. Salah satu contohnya adalah telur ayam yang saat ini justru mengalami kelebihan pasokan meskipun biaya produksi ikut terpengaruh oleh kenaikan harga bahan baku pakan.

“Jadi sekarang saya sampaikan ke teman-teman stok bahan pokok normal artinya bahkan tadi telur aja surplus, itu kan bahan bahan bakunya [pakan] sekarang ini kan juga pasti naik, bahkan harganya [telur] malah di bawah itu,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pasokan dan permintaan masih berjalan cukup baik. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan penyerapan hasil produksi berjalan optimal agar harga di tingkat petani maupun peternak tetap terjaga.

“Sehingga harus ada penyerapan yang bagus, jadi sebenarnya relatif bagus ya tinggal kita bagaimana mengatur antara supply dengan permintaan,” kata Budi. 

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah diketahui sempat menyentuh level Rp18.013 per dolar AS dalam perdagangan 24 jam terakhir sebelum berada di posisi Rp18.001 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026) pagi. (agr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:01
00:57
00:53
05:22
01:12
07:33

Viral