news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gembong jaringan narkoba internasional, Fredy Pratama & Anak buahnya, Frans Antoni.
Sumber :
  • Kolase Humas Polri & Antara/Nadia Putri Rahmani

Deretan Kaki Tangan Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama, Terbaru Ada Frans Antoni yang Diringkus Polisi

Penangkapan Frans Antoni oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menambah catatan kaki kanan gembong narkoba Fredy Pratama.
Jumat, 19 Juni 2026 - 18:56 WIB
Reporter:
Editor :

Nur Utamai pun ditetapkan sebagai tersangka akibat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) sindikat narkoba kelas kakap, Fredy Pratama.

8. Frans Antoni

Kaki tangan Fredy Pratama yang ditangkap pihak Kepolisian, yakni Frans Antoni. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkap perannya dalam jaringan Fredy.

Eko mengatakan, Frans Antoni mengelola keuangan yang tergabung dalam jaringan gembong narkoba internasional tersebut. Selain itu, ia juga menjadi pengendali lapangan.

"Dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," ungkap Eko.

Keuangan yang dikelola dari hasil kejahatan narkotika. Frans memanfaatkan money changer atau tempat penukaran uang ilegal sindikat internasional yang terletak di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Frans menukarkan uang hasil kehatan tersebut, termasuk pecahan 1.000 dolar Singapura di beberapa tempat penukaran uang ilegal tersebar di Indonesia. Selepas itu, anak buah Fredy tersebut membawanya menuju Thailand.

"Untuk memudahkan penyeberangan uang ilegal, kelompok Frans Antoni juga menggunakan metode cryptocurrency," tambahnya.

Lanjut Eko, polisi mengidentifikasi bahwa Frans melakukan aktivitas ini menuju Thailand selama kurang lebih tujuh tahun. Adapun frekuensi rata-ratanya 2-3 kali per bulan.

"Total frekuensi pengangkutan mencapai sekitar 168 kali. Jadi, 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang tunai. Selama proses tersebut, minimal pengangkutannya adalah Rp1 miliar," bebernya.

Polisi juga menduat kuat Frans membantu Fredy Pratama. Tugasnya membantu peredaran narkoba di Indonesia yang masuk dari Thailand dan Malaysia lewat jalur laut dan darat secara ilegal.

"Setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah berkisar 100 sampai dengan 500 kilogram," katanya.

(hap)

 

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral