news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bunuh diri.
Sumber :
  • ANTARA

Kepala SPPG yang Ditemukan Tewas Akhiri Hidup di Parkiran Mal Bandung Tinggalkan Surat, Isinya Bikin Pilu

Kepala SPPG Rancamulya, Kabupaten Bandung berinisial SF (26) yang tewas gantung diri di lantai 12 parkiran Mal Kota Bandung meninggalkan surat untuk keluarga.
Selasa, 14 Juli 2026 - 06:59 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Seorang pria berinisial SF (26) yang menjabat sebagai kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya Kabupaten Bandung ditemukan tewas diduga melakukan aksi bunuh diri di sebuah parkiran mal di Kota Bandung.

Kepala SPPG di Kabupaten Bandung itu dilaporkan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di lantai 12 gedung parkiran pusat perbelanjaan Kings Shopping Center pada Minggu (12/7/2026).

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kabar peristiwa penemuan pria berinisial SF itu dibenarkan oleh Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani. Kepala SPPG Rancamulya itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB.

Megawati mengatakan, petugas Polsek Regol dan Inafis Polrestabes Bandung langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Hal tu setelah mendapatkan laporan adanya peristiwa tersebut.

"Hari Minggu pukul 06.30 WIB, kita menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut," ungkap Megawati, Senin (13/7/2026).

Motif Kepala SPPG Rancamulya Kabupaten Bandung Tewas

Megawati mengungkap motif kepala SPPG tersebut berakhir ditemukan tewas. SF diduga mengakhiri hidup dengan cara mengikat diri menggunakan tali.

Tambah dia, korban nekat melakukan gantung diri di lantai 12 Kings Shopping Center. Dari hasil olah TKP, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan seperti ponsel, kartu tanda penduduk (KTP), sandal hingga sepucuk surat tulisan tangan yang isinya seputar permohonan maaf kepada keluarga.

"Ada barang diamankan kayak handphone, sandal, KTP, dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga," terangnya.

Berdasarkan keterangan dalam KTP, identitas korban merupakan seorang pelajar atau mahasiswa berusia 26 tahun. Sementara, SF merupakan warga Kabupaten Bandung.

Setelah itu, kata Megawati, petugas langsung mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit (RS) Sartika Asih. Pihaknya juga telah memanggil keluarga dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Kiita memanggil keluarganya, pihak keluarga juga sudah ikhlas, tapi kita tetap melakukan identifikasi menunggu hasil dari RS Sartika Asih," ucapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:21
22:59
07:12
01:25
03:41
04:22

Viral