- dok.kolase tvOnenews.com / Gemini AI/antara-istimewa
Gadis di Cikarang Diduga Diperkosa Ayah Kandung dan Paman Selama 9 Tahun, Ibunya Malah Sebut 'Gapapa, Asal Tidak Hamil'
Peristiwa ini berlanjut sampai 2019. Korban kembali mendapatkan aksi bejad dari terduga pelaku ketika berada di dalam kamar sambil main handphone.
"Pelaku ini tiba-tiba masuk ke kamar dan langsung menuju ke arah korban, kemudian membuka celana korban dan melakukan perbuatan bejadnya," katanya.
Ia yang masih anak-anak kembali tidak berdaya untuk melawan aksi tak senonoh itu. Ketakutan dan kebingungan hanya menyelimuti dirinya di tengah pelakuu melakukan tindakan kekerasan seksual.
Seiring berjalannya waktu, pelaku semakin bertambah. Hal ini bermula adanya dugaan bahwa mereka semakin sering mendekati dan memaksa berhubungan intim saat korban dalam kondisi sendirian.
Peran ibu menjadi sorotan utama. Korban yang sudah mengalami trauma berat takut menceritakan peristiwa pilu tersebut kepada ibunya.
Korban mengaku telah beberapa kali menceritakan kejadian tersebut kepada ibu kandung dan kerabatnya. Alih-alih dibela, sang ibu justru menganggap hal tersebut sudah biasa dan berkata, "tidak apa-apa, asal tidak hamil."
Korban terakhir kali mengalami peristiwa dugaan tindak kekerasan seksual pada Januari 2026. Aksi bejat para terduga pelaku membuat IA trauma berat dan berkali-kali mencoba bunuh diri dan meninggalkan sejumlah sayatan di lengan tangannya.
Tim Pelayanan Hukum LBH Apik Jawa Barat lainnya, Jurung Radjagukguk menynampaikan bahwa, pihaknya telah mendampingi korban untuk melaporkan perbuatan pelaku kepada Polres Metro Bekasi ter tanggal 3 Juli 2026.
Laporan Polisi telah teregister dengan Nomor STTLP/B/1458/VII/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA.
"Kami dari tim pendampingan hukum telah melakukan evakuasi terhadap korban dari rumahnya karena korban sudah di tahap depresi, korban kerap kali melakukan percobaan bunuh diri mulai dari meminum larutan pembersih kaca, hingga sering melukai lengannya dengan beling (pecahan kaca), akibat tekanan trauma yang diterimanya, serta kami juga sudah mendampingi korban melapor ke polisi dan mendampingi utk visum et repertum," kata Jurung.
(hap)