- tvOneNews
Sudah 8 Bulan Berlalu Tak Pulang, Mahasiswa Unand Hilang Misterius setelah Nonton Film Anime di Malam Hari
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Ryan Al Ghifari dilaporkan hilang. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Angkatan 2022 itu meninggalkan rumah sejak November 2025.
Kehilangan Ryan Al Ghifari sangat misterius. Hal ini membuat pihak keluarga berharap mahasiswa Unand angkatan 2022 tersebut bisa kembali ke rumah di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.
Ade Melriza (47), ibu Ryan menceritakan kronologi anak pertamanya hilang misterius. Mahasiswa Prodi TI Unand itu pergi dari rumah pada Senin (17/11/2025), sekitar pukul 02.00 WIB.
Ade mengungkap komunikasi terakhir kali dengan Ryan. Percakapan ini terjadi ketika dirinya ingin tidur pada Minggu (16/11/2026) tengah malam.
"Saya komunikasi jam 12.00 malam hari Minggu itu karena saya mau tidur. Saya bertanya,' Ryan masih mau makanan?'karena anak ini susah makan nasi tapi dia suka ngemil," ujar Ade saat dihubungi tvOne, Selasa (14/7/2026).
Aktivitas Terakhir Mahasiswa Unand Sebelum Hilang
Ade menyampaikan kondisi dalam percakapan tersebut. Ryan menolak untuk makan dan sambil melakukan aktivitas seperti biasanya sebelum tidur.
Kata Ade, Ryan terakhir kali sedang bermain laptop untuk menonton sebuah film kartun atau anime. Pada Minggu, 16 November 2025 sekitar pukul 01.30 WIB, mahasiswa TI itu masih menonton film.
"Bapaknya terbangun pada malam hari. Laptop dipakai Ryan sudah tertutup, tapi dia masih main HP sambil ketawa-ketawa saat menonton anime," jelasnya.
Ade mengaku dirinya baru mengetahui putra pertamanya meninggalkan rumah pada pagi hari. Hal ini ditandai bahwa pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.
"Saya tahunya sudah jam 05.30 WIB Subuh karena saya bangun. Saya lihat pintu di depan enggak dikunci lagi," terangnya.
Ia mengira awalnya pintu yang tidak terkunci akibat keteledoran dirinya semalam. Selepas itu, Ade ke ruang dapur untuk mempersiapkan sarapan adik Ryan sebelum berangkat sekolah.
Sementara, ia menyampaikan alasan dirinya tidak membangunkan Ryan. Anak pertamanya mengaku hanya tersisa dua mata kuliah sehingga tak perlu berangkat ke kampus setiap hari.
Baru Sadar Ryan Hilang
Kecurigaan mulai muncul setelah bertanya kepada adik Ryan. Pasalnya, mahasiswa Unand tersebut tidak terlihat di tempat tidurnya.
"Saya lanjut bangunkan Papanya karena saya kira mana tahu dia pamit sama Papanya. Ternyata dia enggak ada pamit sama Papanya," paparnya.
Ia merasa ada yang aneh dari situasi tersebut. Ia mengungkap kebiasaan gelagat Ryan selalu berpamitan setiap sebelum meninggalkan rumah.
"Walaupun saya tak di rumah, dia selalu pamit sama saya," tambahnya.
Ade memutuskan untuk menelepon Ryan. Anak pertamanya sempat membalas bahwa dirinya sedang menyelesaikan tugas di rumah temannya.
"Kata dia, 'Ryan tadi sudah pulang, Mah, tapi Ryan sekarang mau pergi bikin tugas ke rumah teman'. Saya balas hanya ucapkan hati-hati dan bertanya sudah makan," tuturnya.
Firasat Ade semakin tidak baik. Ia berusaha mencari sejumlah petunjuk terkait keberadaan Ryan. Ia hanya menemukan beberapa barang yang ditinggal di atas meja kamar, di antaranya telepon genggam, laptop, kacamata, dompet berisi uang, serta kartu identitas.
Pencarian Mahasiswa Prodi TI Unand Angkatan 2022
Ade semakin panik sehingga bertanya kepada para tetangga. Ia juga tak menemukan jejak percakapan aneh dalam pesan WhatsApp milik Ryan yang masih tersangkut di laptop untuk menjadi petunjuk.
Kamera CCTV di sekitar rumah juga tidak merekam aktivitas Ryan saat pergi. Akibat tidak ada petunjuk, pihak keluarga besar langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak Polsek Padang Timur.
"Kami sudah lapor kepada pihak kepolisian. Kami juga lanjut ke Polresta Padang hingga Polda," tambahnya.
Selain membuat laporan polisi, keluarga besar juga berupaya mencari keberadaan Ryan terutama di kos-kosan, kafe, warnet, dan sebagainya di dekat area Unand. Ade dan suaminya juga berusaha mendapatkan informasi dari teman-teman anaknya.
Sayangnya upaya tersebut tidak menemukan petunjuk secara jelas. Hingga kini, pihak keluarga besar belum mendapat informasi apa pun.
"Saya ketemu dengan dosen pembimbing Ryan di fakultas. Kami cerita mungkin anak ini punya masalah di kampus, baik itu dengan teman-teman atau dosen, ternyata Ryan tidak ada punya masalah," ucap Ade sambil meneteskan air matanya.
Sementara, Sekretaris Unand, Dr Aidinil Zetra merespons kabar hilangnya Ryan. Pihak kampus memastikan terus memberikan dukungan serta membantu keluarga menelusuri berbagai informasi untuk menemukan keberadaan mahasiswanya.
"Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai Ryan dapat menyampaikannya kepada keluarga, kepolisian, ataupun Universitas Andalas. Seluruh sivitas akademika turut mendoakan agar Ryan segera ditemukan dan kembali dalam keadaan sehat," kata Aidinil.
(hap)