Langkah Tegas Universitas Andalas usai Ada Mahasiswanya Hilang Misterius sejak 8 Bulan Lalu, Apa?
- tvOneNews
Padang, tvOnenews.com - Universitas Andalan (Unand) langsung membuat langkah tegas. Keputusan ini sebagai sikap kampus lantaran adanya mahasiswa angkatan 2022 bernama Ryan Al Ghifari hilang misterius sejak delapan bulan lalu.
Ryan Al Ghifari dilaporkan hilang sejak Senin, 17 November 2025 dini hari. Kabar hilangnya mahasiswa Prodi Teknik Informatika angkatan 2022 itu membuat pihak keluarga dan Unand mencari keberadaannya.
Sekretaris Unand, Aidinil Zetra mengatakan bahwa, pihak kampus membuka peluang adanya kebijakan khusus. Mahasiswa Jurusan Informatika itu dipastikan tetap bisa melanjutkan kuliahnya.
Aidinil mengatakan, Unand menganggap kasus dialami Ryan masuk kategori khusus. Kondisi ini membuat kampus berusaha mempertahankan kebijakan hak akademik terus berlanjut.
"Ini kasus yang khusus. Nantinya bakal ada kebijakan dari pihak rektor maupun kementerian," ujar Aidinil kepada awak media, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan aturan mengenai akademik. Mahasiswa Unand sebenarnya mempunyai hak untuk mengambil cuti.
Aturan ini, kata dia, bisa berlaku selama dua semester secara berturut-turut. Ketentuannya harus melakukan registrasi agar tercatat sedang cuti.
Lanjut dia, jika tidak melakukan registrasi pasca masa cuti berakhir, mahasiswa Unand yang mengajukan hal tersebut dianggap telah mengundurkan diri.
Kendati demikian, kasus seperti Ryan berbeda. Untuk itu, Unand akan melakukan langkah untuk berkoordinasi dengan kementerian. Hal ini mengingat data mahasiswa selalu dilaporkan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
PDDikti merupakan sistem pendataan nasional dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sistem ini sebagai wadah menghimpun seluruh informasi dan data akademik mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.
"Kami berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak kementerian. Nantinya Ryan mendapat kemudahan untk melanjutkan pendidikannya apabila nanti sudah ditemukan," terangnya.
Aidinil mewakili Unand memahami apa yang dirasakan oleh kedua orang tua korban. Ditambah, Ryan merupakan salah satu mahasiswanya sehingga turut membantu proses pencarian.
Unand, kata dia, masih meyakini mahasiswa Prodi TI angkatan 2022 itu bisa ditemukan secepatnya. Kampus menginginkan kesempatan pendidikan Ryan terus berlanjut sampai tuntas.
"Kita sangat yakin dan optimis Ryan dapat ditemukan dan kemudian bisa melanjutkan studinyna. Hal ini nantinya akan kami diskusikan bersama pimpinan fakultas, pimpinan universitas, serta kementerian," bebernya.
Load more