news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ryan Al Ghifari, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022 hilang misterius.
Sumber :
  • Kolase Dokumen Keluarga & tvOneNews

Sosok Mahasiswa Unand yang Hilang Misterius 8 Bulan Lalu, Dikenal Berprestasi hingga Pembuat Aplikasi Pemprov Sumbar

Ryan Al Ghifari, mahasiswa Prodi TI Universitas Andalas (Unand) dikenal berprestasi secara akademik & Ahli IT bikin aplikasi pelayanan publik di Pemprov Sumbar.
Selasa, 14 Juli 2026 - 14:06 WIB
Reporter:
Editor :

Padang, tvOnenews.com - Ryan Al Ghifari, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas Andalas (Unand) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) hilang misterius.

Ryan telah menghilang sejak delapan bulan lalu. Ia dilaporkan pergi meninggalkan rumah pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kehilangan Ryan membuat pihak keluarga resah karena delapan bulan tidak mendapatkan informasi dan jejak apa pun. Ade Melriza (47), ibu mahasiswa Unand tersebut mengungkap kepribadian anak pertamanya.

Ade menyampaikan tentang sosok anaknya saat mencari keberadaan Ryan. Pada saat itu ia dan suami, Irvan Adrian mengunjungi kampus Unand untuk bertemu dengan dosen pembimbing putranya.

"Saya mencari ke Unand untuk mencari Rian. Saat sampai ke kampus, saya ketemu dengan dosen pembimbing Ryan di fakultas," ujar Ade saat dihubungi tvOne, Selasa (14/7/2026).

Sang Ibu Ungkap Kepribadian Mahasiswa Unand yang Hilang sejak 8 Bulan Lalu

Ade Melriza (47), ibu Ryan Al Ghifari, mahasiswa Prodi TI, Universitas Andalan (Unand) yang hilang misterius
Sumber :
  • tvOneNews

Ade saat itu ingin mengetahui kepribadian Ryan khususnya selama kuliah di Unand. Hal ini sebagai upaya dirinya mendapatkan informasi apakah mahasiswa TI itu mempunyai masalah di kampus.

"Kami bercerita mungkin anak ini punya masalah di kampus, baik itu dengan teman-teman atau dosen," katanya.

Alih-alih mempunyai masalah, Ryan dikenal sebagai sosok mahasiswa yang sangat baik. Selain itu, mahasiswa angkatan 2022 tersebut juga memiliki prestasi cemerlang di kampus.

"Ternyata Ryan tidak ada punya masalah. Dosennya malah bilang Ryan ini sangat berprestasi," terangnya sambil berderai air mata.

Ukuran Ryan dikenal mahasiswa berprestasi karena mempunyai catatan nilai yang sangat bagus. Ade meyakini anak pertamanya bisa merasakan kebahagiaan wisuda seperti dirasakan teman-temannya.

Sayangnya harapan tersebut pupus. Kebahagiaan Ryan tertunda akibat menghilang secara misterius sehingga menjadi pukulan berat bagi keluarga besar.

"Seandainya Ryan tidak hilang, Ryan hari ini sudah wisuda bersama teman-temannya. Kata dosennya, Ryan pasti sudah ikut kayak teman lainnya," ucapnya.

Pencipta Aplikasi Pelayan Publik untuk Pemprov Sumbar

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika di Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, Ryan Al Ghifari hilang misterius
Sumber :
  • tvOneNews

Selain berprestasi secara akademik, Ryan dikenal sebagai mahasiswa mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Kelebihannya sesuai dengan jurusannya yang membidangi teknologi informasi.

Ryan tercatat pernah menciptakan aplikasi khusus. Fungsinya diperuntukkan kepada pegawai dan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

Prestasi mahasiswa angkatan 2022 tersebut telah membuat aplikasi khusus langsung dibenarkan oleh Sekretaris kampus Unand, Aidinil Zetra.

"Ryan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga sangat kreatif. Ia memiliki kemampuan yang bahkan melebihi teman-temannya. Salah satunya saat mengembangkan aplikasi pelayanan publik untuk pemerintah daerah," tutur Aidinil.

Menurut Aidinil, aplikasi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Fungsinya telah terjamin sehingga membuat pegawai pemerintah daerah di lingkungan Pemprov Sumbar sangat puas.

"Hasilnya sangat memuaskan. Dari dokumen yang kami kumpulkan, Ryan juga memperoleh banyak penghargaan, termasuk dari pemerintah," katanya.

Kronologi Mahasiswa Prodi TI Unand Angkatan 2022 Hilang

Dalam kesempatan itu, Ade menceritakan awal mula Ryan hilang secara misterius. Hal ini berawal saat dirinya mengungkapkan komunikasi terakhir bersama anak pertamanya.

Pada Minggu (16/11/2025) tengah malam, Ade memasuki kamar Ryan sebelum tidur. Ia bertanya apakah anak pertamanya telah makan.

"Anak ini biasanya susah makan nasi, tapi dia suka ngemil," ungkap Ade.

Ryan menolak makan dan tetap beraktivitas di kamar tidurnya. Mahasiswa asal Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumbar itu terakhir bermain laptop sambil menonton sebuah film anime.

Hingga Senin (17/11/2025) sekitar pukul 01.30 WIB, mahasiswa TI itu sudah menutup laptop. Akan tetapi, Ryan melanjutkan aktivitas menonton film anime melalui handphone.

"Dia masih main HP sambil ketawa-ketawa saat menonton anime," tambahnya.

Ade mengaku dirinya baru mengetahui Ryan meninggalkan rumah setelah bangun tidur pada waktu Subuh. Hal ini ditandai lantaran pintu rumah dalam kondisi tidak terkunci.

Ade merasa curiga Ryan tidak ada di kamarnya. Hal itu berlangsung ketika dirinya membangunkan adiknya untuk pergi ke sekolah.

Ade mengungkapkan dirinya masih berkomunikasi dengan Ryan. Mahasiswa Prodi TI angkatan 2022 itu berdalih dirinya sempat pulang dan kembali ke kampus karena ada tugas dengan temannya.

Sejak itulah keberadaan Ryan tidak terdeteksi lagi. Hal ini membuat pihak keluarga mencari dan bertanya kepada para tetangga.

Ryan sendiri meninggalkan sejumlah barang miliknya di atas meja kamar, di antaranya laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, serta kartu identitas.

Langkah pertama Ade dan suami langsung melaporkan kehilangan Ryan kepada Polsek setempat, Polresta Padang, serta Polda Jabar. Selain itu, ia juga mencari keberadaan anaknya ke berbagai tempat di dekat area Unand.

"Saat mencari itu kami bukan jalan saja. Kami bawa lembaran untuk ditempel ke kafe-kafe, warnet, kos-kosan. Itu diizinkan menempel berita kehilangan," bebernya.

Firasat Ade semakin tidak baik. Saat anaknya meninggalkan rumah, kebetulan sejumlah daerah di Sumbar dan sebagian wilayah Pulau Sumatera diterjang banjir bandang pada November 2025.

Keluarga besar merasa khawatir karena menganggap Ryan menjadi salah satu korban. Hal ini membuat orang tua mendatangi RS Bhayangkara untuk menyerahkan sampel DNA.

Ade hanya berharap anaknya segera ditemukan dan kembali dengan sehat. Sementara, Unand memastikan pihaknya membantu proses pencarian bersinergi dengan pihak keluarga dan polisi.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral