- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Atensi Serius DPR Imbas Pasien Diduga Dilecehkan Perawat di RSUD Martapura Sumsel Viral, Langsung Lakukan ini
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi III DPR RI memberikan atensi serius terhadap sebuah video viral. Seorang pasien perempuan berinisial KU (26) diduga mengalami pelecehan seksual di RSUD Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni merespons kasus viral tersebut. Hal ini mengingat laporan dari keluarga korban telah teregister di Polres OKU Timur dengan Nomor LP/B/141/VII/2026/SPKT/Polres Ogan Komering Ulu Timur/Polda Sumatera Selatan.
Ahmad Sahroni mendesak pihak kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan bergerak cepat untuk langsung mengusut laporan dari keluarga korban.
"Karena laporannya sudah masuk, saya minta polisi langsung bergerak cepat dan all out mengusut dugaan kasus ini," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026).
Kenapa DPR RI Atensi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pasien di RSUD Martapura?
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Mewakili Komisi III DPR RI, Sahroni menyampaikan permintaan lainnya. Polisi terutama dari Polres OKU Timur dan Polda Sumsel diharapkan melindungi korban.
Selain itu, kata Sahroni, pihak kepolisian harus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa ini. DPR menginginkan tidak ada ruang terhadap kasus pelecehan seksual.
Menurutnya, para pelaku pelecehan seksual tidak pantas mendapatkan toleransi. Sahroni merasa prihatin setelah mendengar pengakuan dari korban.
Dari video viral tersebut, Sahroni menilai pasien dalam kondisi tidak berdaya. Akibat terbaring lemas, KU hanya bisa pasrah saat diduga mendapat pelecehan oleh oknum nakes.
"Bukannya memperoleh perawatan yang humanis malah menjadi korban pelecehan. Ini sangat memilukan," tegasnya.
Bagi Sahroni, peristiwa ini bukan hanya menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual saja. Menurutnya, aksi bejat terjadi di ruangan ICU rumah sakit dapat merusak citra para nakes dan medis.
Ia tidak menginginkan akibat ulah segelentir orang dapat membuat dunia kesehatan tercoreng. Kata dia, selama ini para nakes terus bekerja secara profesional dan menjaga moral.
"Kalau benar pelakunya itu oknum nakes, ini sangat memalukan dan menjijikkan. Jangan sampai ulah satu orang merusak citra para tenaga kesehatan yang setiap hari berjuang merawat pasien dengan penuh dedikasi," sentil dia.