news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi oknum tenaga kesehatan (nakes) diduga melakukan aksi pelecehan seksual.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Atensi Serius DPR Imbas Pasien Diduga Dilecehkan Perawat di RSUD Martapura Sumsel Viral, Langsung Lakukan ini

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni merespons video viral dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap wanita, KU (26) di ICU RSUD Martapura, Sumsel.
Rabu, 15 Juli 2026 - 06:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi III DPR RI memberikan atensi serius terhadap sebuah video viral. Seorang pasien perempuan berinisial KU (26) diduga mengalami pelecehan seksual di RSUD Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni merespons kasus viral tersebut. Hal ini mengingat laporan dari keluarga korban telah teregister di Polres OKU Timur dengan Nomor LP/B/141/VII/2026/SPKT/Polres Ogan Komering Ulu Timur/Polda Sumatera Selatan.

Ahmad Sahroni mendesak pihak kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan bergerak cepat untuk langsung mengusut laporan dari keluarga korban.

"Karena laporannya sudah masuk, saya minta polisi langsung bergerak cepat dan all out mengusut dugaan kasus ini," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026).

Kenapa DPR RI Atensi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pasien di RSUD Martapura?

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Mewakili Komisi III DPR RI, Sahroni menyampaikan permintaan lainnya. Polisi terutama dari Polres OKU Timur dan Polda Sumsel diharapkan melindungi korban.

Selain itu, kata Sahroni, pihak kepolisian harus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa ini. DPR menginginkan tidak ada ruang terhadap kasus pelecehan seksual.

Menurutnya, para pelaku pelecehan seksual tidak pantas mendapatkan toleransi. Sahroni merasa prihatin setelah mendengar pengakuan dari korban.

Dari video viral tersebut, Sahroni menilai pasien dalam kondisi tidak berdaya. Akibat terbaring lemas, KU hanya bisa pasrah saat diduga mendapat pelecehan oleh oknum nakes.

"Bukannya memperoleh perawatan yang humanis malah menjadi korban pelecehan. Ini sangat memilukan," tegasnya.

Bagi Sahroni, peristiwa ini bukan hanya menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual saja. Menurutnya, aksi bejat terjadi di ruangan ICU rumah sakit dapat merusak citra para nakes dan medis.

Ia tidak menginginkan akibat ulah segelentir orang dapat membuat dunia kesehatan tercoreng. Kata dia, selama ini para nakes terus bekerja secara profesional dan menjaga moral.

"Kalau benar pelakunya itu oknum nakes, ini sangat memalukan dan menjijikkan. Jangan sampai ulah satu orang merusak citra para tenaga kesehatan yang setiap hari berjuang merawat pasien dengan penuh dedikasi," sentil dia.

Ia menyampaikan permintaan terakhirnya. Ia berharap kasus ini tidak hanya diusut tuntas, tetapi juga membuat korban bisa mendapat keadilan.

"Dan publik kembali percaya bahwa negara tidak akan toleransi kejahatan seperti ini," tambahnya.

Kronologi Pasien Diduga Alami Pelecehan Seksual di ICU RSUD Martapura

Awal mula peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap KU menggegerkan publik setelah sebuah video diunggah melalui Instagram @khoiroh_umma1 viral di media sosial.

Berdasarkan pengakuan dalam video viral tersebut, korban mengaku diduga mengalami pelecehan seksual. Peristiwa ini terjadi setelah dirinya dibius menggunakan obat penenang.

Suami korban, Tri Susilo (28) mengungkapkan peristiwa ini terjadi di ruangan ICU RSUD Martapura, OKU Timur, Sumsel pada Sabtu (14/6/2026), sekitar pukul 15.34 WIB.

Tri menceritakan mulanya sang istri ditangani di ruang IGD. Karena kondisinya mengalami epilepsi dan memburuk, KU dipindahkan untuk dirawat di ruang ICU RSUD Martapura pada siang hari.

"Setelah kejang-kejang, barulah dia dikasih obat penenang. Setiap perawat menyuntikkan ke istri, saya bertanya jenis obatnya dan perawat ngomong itu obat penenang biar enggak kejang," terangnya.

Obat penenang tersebut membuat kondisi KU mulai mereda. Ia sempat diajak berkomunikasi dan masih dalam situasi sadar.

Pihak keluarga kemudian diarahkan keluar dari ruangan ICU. Ia memakluminya karena tempat tersebut hanya dikhususkan oleh pihak tertentu, seperti dokter, tenaga medis, nakes, dan sebagainya.

Momen ini membuat sang suami dan pihak keluarga pulang ke rumah. Hal tersebut bertujuan agar KU bisa lebih banyak istirahat di ruangan ICU.

Peristiwa tak senonoh diduga mulai terjadi di waktu Ashar. KU mendadak video call sang suami tanpa melontarkan sepatah kata apa pun.

Firasat Tri mulai berubah sehingga mendorong dirinya langsung bergegas menuju rumah sakit. Ia sempat terkendala menemui istrinya karena ruangan ICU terkunci rapat.

Suami korban sempat menggedor pintu lebih karena. Pada akhirnya, seorang pria membukakan pintu yang diduga menjadi korban tindak asusila terhadap istrinya.

Dugaan peristiwa ini terungkap saat korban terus menangis. KU mengaku sejumlah area sensitif pada tubuhnya menjadi sasaran pelecehan seksual.

Raut wajah terduga pelaku yang terlihat panik dan pihak rumah sakit tidak menunjukkan itikad baik mendorong suami korban melaporkan kejadian ini ke Polres Polsek Timur pada malam harinya.

Polres OKU Timur dan Polda Sumsel kini melakukan penyelidikan secara intens dan berjanji mengusut kasus ini secara transparan. Adapun pihak rumah sakit melalui Humas RSUD Martapura, Immala Dewi membantah adanya tuduhan seperti dilaporkan keluarga korban.

Kata Immala, kondisi korban tidak sadar sebelum dirawat. Kondisi ini membuat tim dokter dan perawat memberikan obat bius dan penenang sebagaimana bagian dari tindakan medis.

SL, terduga pelaku juga merespons adanya tuduhan tersebut. Ia menepis telah melakukan pelecehan seksual, bahkan ia juga akan melaporkan tudingan itu kepada pihak kepolisian.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:26
05:21
06:10
00:56
04:23
18:40

Viral