- Antara
Penyaluran BSU 2025 Capai 95 Persen, Menaker Ungkap Kendala Masalah Data
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan bahwa realisasi penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sepanjang tahun 2025 telah menjangkau 95 persen dari total target 15 juta pekerja.
Capaian ini disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (20/7).
Meski sebagian besar sudah tersalurkan, masih terdapat sekitar 5 persen bantuan yang belum terealisasi.
Yassierli menjelaskan bahwa kendala utama serapan tersebut berkaitan dengan persoalan administratif.
"95 persen kita bisa realisasikan, dan sekitar 5 persen yang tidak terealisasi itu terkait dengan data," ungkap Menteri Yassierli.
Program BSU ini merupakan instrumen stimulan ekonomi yang digulirkan pemerintah pada periode Juni hingga Juli 2025.
Dari total pagu anggaran sebesar Rp10,32 triliun yang dialokasikan untuk 15 juta orang, dana yang berhasil dicairkan mencapai Rp9,63 triliun.
Yassierli menambahkan bahwa estimasi awal anggaran mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan yang kala itu masih dalam proses validasi dan penyempurnaan.
Selain fokus pada subsidi bagi pekerja aktif, Kemnaker juga mencatatkan hasil positif pada program pemagangan nasional yang ditujukan bagi calon tenaga kerja. Program dengan target 100 ribu peserta ini justru melampaui sasaran.
"Relasinya untuk pemagangan nasional, yaitu 102 persen dengan anggaran Rp300 miliar lebih," jelasnya.
Lebih lanjut, Yassierli memaparkan komitmen pemerintah dalam melindungi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini didukung dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun.
"Penerima manfaat kelompok yang ketiga yang terbesar itu adalah peserta JKP 17 juta sekian. Jadi mereka mewakili pekerja, itu adalah penerima BSU, calon pekerja, yaitu peserta pemagangan nasional dan mereka yang terkena PHK itu adalah dengan program JKP dari pemerintah," tambah Yassierli.
Mengenai performa keuangan kementerian secara keseluruhan, Kemnaker berhasil menyerap 90,21 persen dari total anggaran APBN 2025 yang diterima sebesar Rp3,66 triliun.
Angka ini merupakan anggaran operasional di luar dana BSU sebesar Rp10 triliun dan pagu blokir senilai Rp1,29 triliun.
Di sisi lain, Kemnaker juga mencatatkan performa gemilang pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Realisasi PNBP tahun 2025 melonjak hingga Rp2,24 triliun atau setara 144,8 persen dari ekspektasi awal.
"Target PNBP pada 2025 yaitu sebesar Rp1,54 triliun," ujar Yassierli. (ant/dpi)