news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Tindak Tegas Kriminalitas di Jalan.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /Gemini AI/Jabarprov

KDM Dikritik 2 Menteri soal Sayembara Tangkap Begal di Jabar, Dedi Mulyadi: Imbalan Sesuai Ketentuan

Gubernur Jawa Barat (Gubernur Jabar) Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM dikritik dua Menteri terkait kebijakannya mengadakan sayembara tangkap begal di Jabar.
Senin, 27 Juli 2026 - 15:46 WIB
Reporter:
Editor :

Menyikapi kritik dari dua Menteri tersebut, Dedi Mulyadi jelaskan, bahwa sayembara justru dibuat untuk mencegah aksi main hakim sendiri yang selama ini kerap berujung pada kematian pelaku kejahatan.

Dedi Mulyadi mengaku menghargai seluruh kritik yang disampaikan berbagai pihak, termasuk Yusril Ihza Mahendra.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan otokritik terhadap sayembara tangkap begal, tangkap maling, tangkap copet, tangkap jambret, hingga tangkap perampok. Saya juga berterima kasih kepada Pak Menko Hukum dan HAM, Profesor Yusril Ihza Mahendra," beber Dedi Mulyadi, dikutip dari media sosial pribadinya, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, selama ini tidak sedikit pelaku pencurian yang meninggal dunia akibat diamuk massa setelah tertangkap.

Kondisi tersebut, menurutnya, justru menimbulkan persoalan hukum baru karena pelaku penganiayaan juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dengan adanya sayembara, ketika pelaku ditangkap masyarakat tidak lagi terdorong menghakimi sampai meninggal. Mereka akan menyerahkan pelaku kepada aparat dan mendapatkan imbalan sesuai ketentuan," katanya.

Dedi juga membantah anggapan bahwa kebijakan tersebut dapat memicu rekayasa kasus demi memperoleh hadiah.

Ia menegaskan hadiah hanya diberikan apabila pelaku benar-benar terbukti melakukan tindak pidana, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan menjalani proses hukum.

"Mana mungkin ada orang sengaja berpura-pura menjadi begal hanya untuk mendapatkan hadiah, tetapi harus menghadapi penahanan dan persidangan," bebernya.

Menanggapi kritik yang mengaitkan maraknya kejahatan dengan tingginya angka pengangguran, Dedi mengatakan pemerintah terus berupaya membuka lapangan kerja melalui investasi.

Namun, menurutnya, tindak kriminal tidak semata-mata dipicu faktor ekonomi.

"Jadi tidak melulu persoalan pengangguran. Ada faktor lingkungan, ada jaringan kejahatan, bahkan ada pelaku yang memang sudah terbiasa melakukan tindak kriminal," jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat tetap mendukung aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan.

"Jangan begal yang membuat kita takut. Justru kita yang harus membuat para begal takut melakukan kejahatan. Terus berikan kritik demi kebaikan masyarakat Jawa Barat dan kami menerimanya dengan sepenuh hati," bebernya.

Sementara Polda Jabar mengungkap sebanyak 24 kasus begal dan kejahatan jalanan sepanjang Juli 2026.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral