- Tangkapan layar
Janji Deddy Corbuzier untuk Anak Korban Pengeroyokan di Bali Gegara Ayam
tvOnenews.com – Kasus pengeroyokan brutal gegara diduga mencuri ayam menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak jadi sorotan nasional.
Peristiwa tragis ini memantik amarah sekaligus rasa haru publik usai viralnya video yang memperlihatkan putri kecil korban menangis histeris di pemakaman sang ayah, hingga memancing reaksi keras dari mentalis sekaligus podcaster kondang Deddy Corbuzier.
Dalam rekaman video yang beredar luas di jagat media sosial, suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman korban.
- Pixabay - Tangkapan layar
Di tengah iring-iringan pelayat, bocah perempuan tersebut tak kuasa menahan penderitaan batin hingga harus dipapah dua orang dewasa.
"Bapak, bapak, bapak," jerit bocah perempuan itu sembari menangis histeris menatap peristirahatan terakhir sang ayah.
Tangisan memilu hati itu viral dan menyayat emosi jutaan netizen. Momen traumatis tersebut langsung mengetuk hati Deddy Corbuzier.
Tanpa basa-basi, Deddy menegaskan komitmennya untuk membantu memulihkan kondisi mental putri korban tanpa bermaksud menjadikannya konsumsi publik.
"Bawa anaknya ke saya. No content, no camera. I'll fix her," tulis Deddy Corbuzier di kolom komentar unggahan viral tersebut, dikutip Senin (27/7/2026). Sontak, janji Deddy menuai banjir pujian dari warganet.
- tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, insiden maut tersebut berawal pada dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Korban KD diduga tertangkap basah saat hendak menggasak seekor ayam milik warga setempat, I Wayan Adi Suteja.
Situasi penangkapan yang awalnya hendak mengamankan pelaku mendadak lepas kendali. Emosi massa pecah hingga berujung pada aksi penganiayaan secara brutal.
KD menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian akibat luka parah. Amuk massa bahkan berlanjut dengan membakar sepeda motor milik korban hingga hangus tak berbentuk.
Tim Reskrim Polres Tabanan dan Polda Bali yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti, mulai dari seekor ayam, sebilah golok milik korban, tas berisi peralatan (tang, ketapel, batu), uang tunai, hingga bangkai sepeda motor yang terbakar.
- Pixabay
Dugaan aksi pencurian ayam tersebut disinyalir dipicu oleh rentetan kasus kehilangan hewan ternak yang belakangan meresahkan warga desa.
Meski begitu, kepolisian menegaskan aksi main hakim sendiri (vigilante) sampai merenggut nyawa merupakan tindak pidana berat yang tidak bisa dibenarkan.
Kepala Subbidang Penmas Bidang Humas Polda Bali, AKBP Rina Isriana Dewi, melemparkan peringatan keras agar masyarakat menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum," tegas AKBP Rina Isriana Dewi.
Tragedi berdarah di Tabanan ini kini menjadi tamparan keras bagi publik. Bukan hanya menyoal kasus kriminalitas di tingkat bawah, namun juga tentang luka traumatis mendalam yang harus ditanggung anak yatim yang ditinggalkan akibat amuk massa yang tidak terkendali.