news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jasad manusia silver bernama Andika Wahyu Santoso (22) ditemukan di belakang warung kopi di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Sumber :
  • tvOneNews

Kronologi Kasus Pembunuhan Manusia Silver yang Jasadnya Ditemukan di Belakang Warung Kopi Probolinggo

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menjelaskan kronologi pembunuhan pengamen manusia silver yang mayatnya ditemukan membusuk di belakang warung kopi.
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:21 WIB
Reporter:
Editor :

Probolinggo, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan seorang pengamen manusia silver menggegerkan warga Probolinggo. Jasadnya ditemukan telah membusuk di belakang warung kopi di wilayah Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menjelaskan, peristiwa pembunuhan manusia silver bernama Andika Wahyu Santoso (22) terungkap setelah adanya laporan dari warga.

Rico menambahkan, warga menemukan jasad korban pada Senin (22/6/2026). Hal ini mendorong pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Penanganan kami di Polres Probolinggo Kota itu diawali dari laporan ditemukannya mayat. Kita langsung tindaklanjuti penyelidikan dan identifikasi," ujar Rico saat dihubungi tvOne, Sabtu (1/8/2026).

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan, tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap dua dari tiga pelaku pengeroyokan maut menimpa manusia silver tersebut.

Dua tersangka yang diringkus bernama Agus Tidar (27) dan Amir Hamzah (24). Sementara, satu pelaku lainnya masih buron sehingga resmi ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kronologi Kasus Pembunuhan Manusia Silver di Probolinggo

Rico menjelaskan, kasus pembunuhan menimpa korban tak lepas dari percekcokan berujung aksi pengeroyokan. Awal mula kejadian ini terjadi pada dini hari sebelum adanya dugaan pembunuhan pada pagi hari.

Korban dan para pelaku sempat menggelar pesta minuman keras (miras) bersama di lokasi kejadian dari pukul 01.00 WIB. Adapun identitas mereka merupakan pengamen berupa manusia silver.

"Ada lima orang yang sedang berkumpul untuk melakukan kegiatan minum-minuman keras bersama. Semuanya itu sesama pengamen," terangnya.

Pengaruh alkohol menyebabkan komunikasi mereka mendadak tegang. Situasi ini mengakibatkan adanya percekcokan karena korban meminta untuk menambah miras saat kekurangan uang.

Perselisihan tersebut membuat situasi semakin tidak terkendali lantaran para pelaku sudah dalam keadaan mabuk. Kondisi tersebut membuat korban mendapat penganiayaan dari sejumlah rekannya sekitar pukul 05.30 WIB.

"Percekcokan itu mengakibatkan para pelaku sakit hati terhadap korban sehingga para pelaku ini melakukan tindakan kekerasan bersama-sama kepada korban," jelasnya.

Peran para pelaku melakukan tindakan kekerasan bermacam-macam. Ada yang memukul dengan tangan kosong hingga mengambil batu dan bongkahan aspal berukuran besar di sekitar lokasi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral