- Antara
Menteri Komdigi Meutya Hafid: Waspada 3 Pola Hoaks Video Demo Jelang HUT ke-81 Republik Indonesia
"Pola narasinya juga relatif sama, yaitu mengangkat isu ketimpangan, kemiskinan, dan kesulitan ekonomi, tetapi kemudian dibingkai secara manipulatif dengan mencampurkan disinformasi, fitnah, atau informasi yang dipotong dari konteksnya," kata Iwan, Rabu (05/08/2026).
Menurut Iwan, apabila ditelaah lebih mendalam, berbagai konten tersebut tidak semata-mata berisi kritik. Ia menilai terdapat kecenderungan untuk membangun emosi negatif di tengah masyarakat, memicu rasa frustrasi, serta mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun institusi negara.
"Ketika informasi sengaja direkayasa untuk membentuk kebencian, maka yang terjadi bukan lagi kontrol sosial, melainkan operasi propaganda yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial," sambungnya.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terpancing oleh video yang belum jelas asal-usulnya, serta selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi.
Dengan sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi, ruang digital dapat tetap kondusif dan masyarakat tidak terpengaruh oleh narasi yang dibangun dari konten lama maupun informasi yang menyesatkan. (aag)