- Antara
Terungkap Fakta Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Ada Masalah Sinyal hingga Pengereman
2. Masinis Kesulitan Melihat Sinyal Pengulang
Fakta berikutnya berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar jalur kereta.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan KNKT dengan melihat kondisi dari dalam kabin lokomotif dan kabin KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek disebut mengalami kesulitan melihat aspek sinyal pengulang di petak Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
Persoalannya adalah pencahayaan dari lingkungan sekitar jalur.
Lampu dari rumah warga, pasar, dan penerangan jalan di sekitar rel disebut memiliki intensitas serta warna yang menyerupai aspek sinyal pengulang.
Kondisi tersebut membuat masinis kesulitan membedakan cahaya lingkungan dengan indikator sinyal yang harus diperhatikan.
"Jadi ini kami mengikut di dalam kabin lokomotif, juga di kabin KRL, kita melihat malam situasinya, jadi masinis kesulitan untuk melihat sinyal pengulang, karena adanya pencahayaan dari lampu-lampu pasar dan rumah di sekitar rel," kata Soerjanto.
3. Sistem Komunikasi Pengendali Kereta Dinilai Terlalu Berbelit
KNKT juga menemukan adanya persoalan komunikasi antara pengendali perjalanan kereta api atau PK.
Sistem komunikasi yang digunakan dinilai memiliki alur yang cukup panjang sehingga dapat menimbulkan jeda dalam penyampaian informasi.
KA 5568A menggunakan Radio Sepura dan berada di wilayah komunikasi S.27 atau PK Selatan. Sementara KA 4B Argo Bromo Anggrek menggunakan radio lokomotif dan berada di wilayah komunikasi S.1 atau PK Timur.
Dengan kondisi tersebut, informasi dari PK Selatan harus disampaikan terlebih dahulu kepada chief. Setelah itu, informasi diteruskan kepada PK Timur.
Menurut KNKT, proses tersebut membuat waktu penyampaian informasi menjadi lebih panjang.
"Sistem komunikasi Petugas Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (PK) terlalu berbelit," ujar Soerjanto.
KNKT menilai mekanisme komunikasi tersebut perlu diperbaiki agar informasi mengenai kondisi perjalanan kereta dapat disampaikan dengan lebih cepat.
4. Masinis Sudah Mengerem dari Jarak 1,3 Kilometer
Fakta lainnya, masinis KA Argo Bromo Anggrek disebut sudah melakukan upaya pengereman setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan KRL di depan.
KNKT menerima laporan bahwa masinis melakukan pengereman dari jarak sekitar 1,3 kilometer setelah mendapatkan informasi mengenai adanya KRL di jalur depan.