- Antara
Terungkap Fakta Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Ada Masalah Sinyal hingga Pengereman
Namun, pengendali perjalanan kereta api tidak mengetahui secara langsung kondisi sebenarnya di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Hal tersebut disebabkan komunikasi dilakukan melalui suara radio dari kabin. Dengan demikian, PK hanya menerima informasi berdasarkan komunikasi yang disampaikan, tanpa dapat melihat kondisi langsung di lapangan.
"Kami mendapat laporan dari masinis KA Argo Bromo Anggrek, bahwa ia sempat melakukan pengereman dari jarak 1,3 km, setelah menerima informasi bahwa di depan ada temperan KRL," kata Soerjanto.
5. Masinis Diminta Mengerem Bertahap
KNKT juga mengungkap adanya persoalan dalam instruksi pengereman.
Informasi dari PK Timur kepada masinis KA 4B Argo Bromo Anggrek adalah melakukan pengereman secara bertahap dan memperbanyak semboyan 35 atau klakson.
Pada saat itu, informasi mengenai status jalur hulu dan hilir serta ruang bebas kereta atau prepal juga belum diperoleh dari lintas terkait.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam investigasi KNKT.
6. Emergency Brake Dilakukan 300 Meter Sebelum Sinyal Blok
Meski instruksi yang diterima berupa pengereman bertahap, KA Argo Bromo Anggrek disebut telah melakukan pengereman darurat.
Berdasarkan data logger, KA 4B melakukan emergency brake dan independent brake sekitar 300 meter dari sinyal blok sebelum Stasiun Bekasi Timur.
Namun, upaya pengereman tersebut tidak berhasil mencegah terjadinya tabrakan.
KNKT mencatat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi ketika kecepatan kereta berada di kisaran 40-60 kilometer per jam.
Rangkaian fakta tersebut menjadi bagian dari laporan investigasi awal KNKT mengenai kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026.
Temuan awal menunjukkan kecelakaan tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. KNKT mengungkap persoalan persinyalan, gangguan pandangan terhadap sinyal akibat pencahayaan sekitar, mekanisme komunikasi yang berbelit, hingga instruksi pengereman dan kondisi jalur turut menjadi bagian yang diperiksa dalam rangkaian investigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.