- ist
Kinerja Industri Perawatan Pesawat Nasional Menguat
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) mengapresiasi peningkatan kinerja, kemampuan teknis, dan ekspansi internasional PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia).
Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan kontribusi besar pekerja GMF dalam meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat Indonesia di pasar global.
Sekretaris Umum FSPPI, Budi Cahyono, menegaskan bahwa kemajuan perusahaan harus diiringi penghargaan kepada pekerja dan kepercayaan terhadap kader internal untuk memimpin GMF ke depan.
Pada semester I 2026, GMF membukukan pendapatan US$270,29 juta atau meningkat 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba berjalan perusahaan mencapai US$10,81 juta.
Kinerja positif tersebut didukung sejumlah pencapaian operasional, termasuk modernisasi pesawat Hercules, pelayanan pelanggan internasional, dan pengembangan kerja sama strategis.
“FSPPI mengapresiasi kerja kolektif seluruh jajaran GMF. Penghargaan khusus kami sampaikan kepada para pekerja yang melalui kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalismenya telah menjaga keselamatan, kualitas layanan, serta kepercayaan pelanggan. Mereka adalah fondasi utama keberhasilan perusahaan,” ujar Budi.
Menurutnya, kemampuan GMF menangani pekerjaan berkompleksitas tinggi sekaligus memenuhi standar penerbangan internasional menjadi bukti kualitas sumber daya manusia perusahaan.
“Bagi FSPPI, pencapaian tersebut menegaskan kualitas insan GMF yang berkelas dunia dan memperkuat posisi GMF sebagai MRO kebanggaan nasional yang kami tempatkan sebagai nomor satu di Indonesia. Prestasi ini dibangun melalui pengalaman, penguasaan teknologi, dan tanggung jawab profesional para pekerjanya,” tegasnya.
Ekspansi global GMF ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsesi selama 20 tahun bersama Civil Aviation Authority (CAA) Oman pada 5 Oktober 2026.
Kesepakatan tersebut mencakup pengoperasian dan pengelolaan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat.
Pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap untuk memperluas jangkauan bisnis GMF ke Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
GMF juga menggandeng Mach Aerospace International untuk memperkuat kemampuan teknis dan pengembangan sumber daya manusia di industri penerbangan.
Budi menilai ekspansi tersebut sebagai langkah strategis yang memperkuat pengakuan internasional terhadap pengalaman dan kompetensi teknis GMF.
“Kepercayaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan fasilitas MRO di Oman menunjukkan bahwa kompetensi insan GMF memiliki nilai di pasar internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi pekerja dan bangsa Indonesia, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi pengembangan talenta perusahaan,” ujarnya.