news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto beri peringatan keras terhadap sejumlah perusahaan asing yang diduga menjadi dalang di balik maraknya karhutla di Kalimantan dan Sumatera..
Sumber :
  • Antara

Presiden Prabowo Geram, Perusahaan Asing yang Sebabkan Karhutla di Hutan RI Terancam Ditendang

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap sejumlah perusahaan asing yang diduga menjadi dalang di balik maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. 
Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap sejumlah perusahaan asing yang diduga menjadi dalang di balik maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. 

Tak main-main, Presiden mengancam akan mencabut izin usaha mereka jika terbukti melanggar aturan secara berulang.

Dalam arahannya di Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (22/10), Prabowo menyoroti perusahaan yang kerap kali mengabaikan regulasi lingkungan.

"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah dan pejabat negara.

Meski telah mengantongi data pelanggaran, Presiden belum merinci perusahaan mana saja yang dimaksud. 

"Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," tambahnya.

Sentil Negara Asing yang Suka Mengolok-olok

Selain menyoroti pelanggaran, Prabowo juga menanggapi sindiran dari pihak internasional terkait penanganan karhutla di Indonesia. 

Ia merasa ironis karena beberapa negara kerap menghina Indonesia, padahal perusahaan asal negara merekalah yang justru berkontribusi merusak hutan tanah air.

"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," ungkapnya.

Meski begitu, ia menginstruksikan jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk tetap tenang dan fokus bekerja, mengingat kesehatan rakyat yang menjadi taruhannya.

Optimisme Kelola Hutan Sendiri

Prabowo dengan tegas menyatakan tidak akan ragu menindak tegas pelaku karhutla, termasuk perusahaan asing. 

Ia bahkan optimistis bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu mengelola perkebunan secara mandiri.

"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," paparnya.

Prabowo kemudian menepis tuduhan bahwa masyarakat lokal menjadi pelaku pembakaran hutan. Ia meyakini bahwa warga setempat justru adalah pihak yang paling dirugikan.

"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," pungkasnya. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral