Peringati Hari Santri Nasional, 1 Juta Liter Air Disalurkan ke Daerah Terdampak Kekeringan dan Karhutla
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10) diperingati dengan cara yang berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara.
Alih-alih menggelar acara seremonial, mahasiswa NU memilih turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1 juta liter air bersih dan ribuan masker kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem.
Aksi sosial berskala nasional ini menyasar berbagai wilayah terdampak di Indonesia, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, hingga beberapa daerah di Pulau Jawa seperti Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan wilayah Sulawesi.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengalihkan fokus perayaan menjadi aksi konkret demi meringankan beban masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih serta terpapar kabut asap.
“Hari Santri Nasional Tahun ini, Tidak ada perayaan dan kegiatan seremonial. Kita turun ke lapangan, bantu masyarakat, bakti sosial dan sediakan 1 juta liter air bersih untuk daerah kekeringan ekstrem dan Karhutla. Momentum Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepesantrenan perlu hadir melalui kepedulian, pengabdian, dan tindakan konkret bagi warga yang sedang menghadapi musibah,” tegas Baha'.
Lebih lanjut, Baha' mengungkapkan bahwa pemberian masker menjadi langkah mitigasi darurat bagi warga, terutama kelompok rentan, untuk meminimalisir dampak kesehatan akibat asap karhutla.
"Pembagian masker menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak asap kebakaran. Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih selama kondisi darurat," jelasnya.
Bagi BEM PTNU, aksi ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan pengejawantahan dari nilai-nilai perjuangan santri yang harus selalu hadir di tengah problematika sosial masyarakat.
Solidaritas lintas wilayah ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi gerakan mahasiswa lainnya untuk lebih berorientasi pada kemanfaatan publik.
"Kami komitmennya untuk terus mendorong gerakan mahasiswa yang berorientasi pada kemanfaatan publik, kepedulian sosial, dan pengabdian nyata bagi masyarakat Indonesia," ujar Baha'. (dpi)
Load more