- ist
Investasi Korea Selatan di Batam Melonjak 34 Kali Lipat, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbesar
Pada Rabu (21/10/2026), delegasi BP Batam juga bertemu dengan Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, di KBRI Seoul. Pertemuan tersebut membahas identifikasi perusahaan Korea Selatan yang berpotensi memperluas kegiatan usahanya ke Batam.
Pembahasan turut mencakup fasilitasi pertemuan bisnis dan rencana kunjungan calon investor untuk melihat langsung kondisi kawasan industri di Batam. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi elektronik, semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, dan teknologi digital.
Dalam penjajakan tersebut, BP Batam juga memaparkan keberadaan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri di Batam. Status kawasan perdagangan bebas menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam kaitannya dengan kegiatan investasi dan perdagangan internasional.
Selain agenda pertemuan bisnis, kunjungan kerja tersebut mencakup pengamatan terhadap pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Kegiatan ini dilakukan sebagai bahan pembelajaran terkait pengembangan infrastruktur dan ekosistem industri di sekitar Bandara Hang Nadim.
Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa meningkatnya investasi Korea Selatan perlu diikuti dengan upaya memperluas kerja sama ekonomi. Ia menilai penjajakan investasi sebaiknya diarahkan pada sektor yang memiliki nilai tambah dan berpotensi membuka lapangan pekerjaan.
“Batam memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di kawasan. Karena itu, kami terus mendorong promosi investasi yang terarah, memperkuat konektivitas, serta memastikan kemudahan dan kepastian berusaha bagi para investor. Kami ingin peluang kerja sama yang dijajaki di Korea Selatan dapat ditindaklanjuti menjadi investasi konkret yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Amsakar.
Amsakar menambahkan, realisasi investasi tidak hanya perlu dilihat berdasarkan besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian daerah. Aspek yang menjadi perhatian mencakup pengembangan industri, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, dan kesejahteraan masyarakat.
Meski nilai investasi Korea Selatan meningkat signifikan pada semester I 2026, hasil penjajakan kerja sama terbaru di Seoul masih perlu ditindaklanjuti. Belum ada rincian mengenai nilai komitmen investasi baru maupun jumlah proyek yang disepakati melalui rangkaian pertemuan tersebut.