- Antara
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PLTS 100 GWp Jadi Langkah Menuju Kemandirian Energi
Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Presiden RI Prabowo Subianto telah memperlihatkan gerak nyata pembangunan di bidang energi melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt-peak (GWp). Proyek ini resmi diluncurkan di Kabupaten Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026 lalu.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 gigawatt.
Potensi ini merupakan kekayaan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional.
Saat ini, Presiden Prabowo telah meluncurkan 15 proyek PLTS di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung, dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp.
Pembangunan PLTS akan mengoptimalkan berbagai opsi, mulai dari PLTS ground-mounted, PLTS atap, hingga PLTS terapung.
Investasi yang dibutuhkan untuk 15 proyek pertama tersebut diperkirakan mencapai Rp135 triliun. Sementara itu, secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun.
Pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program PLTS 100 GWp ini. Kolaborasi tersebut melibatkan BUMN, perusahaan swasta nasional dan internasional, perbankan, serta berbagai instrumen pembiayaan hijau (green financing). Presiden Prabowo menargetkan proyek ini dapat diselesaikan dalam tiga tahun.
“Program PLTS 100 GWp ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun dengan total investasi sekitar USD73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun, sekaligus berpotensi menghemat subsidi APBN hingga Rp73,9 triliun per tahun,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sebagaimana dikutip pada Senin (19/10).
Buka Lapangan Kerja dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Program ini diperkirakan menciptakan lapangan kerja bagi 5,52 juta pekerja. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3,465 juta job-years (tahun kerja) di bidang konstruksi dan instalasi serta 2,053 juta job-years di bidang manufaktur.
Sementara itu, pada tahap awal, potensi penciptaan lapangan kerja diperkirakan mencapai 515.000 pekerja secara akumulatif.
Selain menciptakan lapangan kerja, program PLTS 100 GWp juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp73,9 triliun per tahun melalui pemanfaatan PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).