- ist
Kopi Indonesia Curi Perhatian di Jepang, Rasa Robusta Disebut Mirip Arabika hingga Buka Peluang Ekspor
"Bagi KAPPI, diplomasi kopi bukan sekadar memperkenalkan produk Indonesia di luar negeri. Kami ingin masyarakat internasional mengenal keragaman karakter kopi kita, sekaligus memahami bahwa di balik kualitas tersebut ada petani yang terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya."
"Respons dari pasar internasional juga menjadi masukan berharga untuk memperkuat edukasi dan pendampingan petani," ujar Roby Wibisono.
**Bank Indonesia Dorong Peluang Ekspor Kopi**
Sementara itu, dukungan Bank Indonesia dalam kegiatan SCAJ 2026 menjadi salah satu upaya untuk membantu produk kopi petani dan pelaku UMKM menembus pasar internasional. Produk yang diperkenalkan telah melalui tahapan seleksi untuk memastikan kualitas dan karakteristiknya sesuai dengan kebutuhan pasar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menilai pemahaman terhadap preferensi konsumen Jepang menjadi faktor penting dalam memperbesar peluang ekspor kopi Indonesia. Oleh karena itu, produk yang dibawa ke pameran perlu memiliki kualitas yang mampu memenuhi ekspektasi pasar setempat.
"Kita sudah mengetahui dan mengenal betul selera penikmat kopi di Jepang, oleh karena itu kita mencari kopi yang terbaik untuk kita bawa ke sini."
"Tentunya kita harapkan langkah-langkah strategis ini dapat meningkatkan ekspor dari kopi dan tujuan akhirnya kita dapat meningkatkan taraf hidup dari petaninya," ujar Ricky P. Gozali.
Potensi kopi Indonesia di pasar global juga mendapat tanggapan positif dari CEO Kurasi, Yozo Otsuki. Ia menilai keberagaman karakter kopi yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu keunggulan untuk bersaing di pasar internasional.
"Bagi saya, kopi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di masa depan," ungkap Yozo Otsuki.
"Saya selalu takjub melihat keanekaragaman yang ditawarkan oleh kopi Indonesia."
**Hasil Pameran Jadi Bahan Evaluasi bagi Petani**
Keikutsertaan KAPPI dalam SCAJ 2026 merupakan kelanjutan dari sejumlah kegiatan promosi kopi Indonesia di berbagai negara. Sebelumnya, yayasan tersebut juga berpartisipasi dalam World Expo Osaka 2025, SCAJ 2025, Foodex Japan 2026, serta World of Coffee Bangkok 2026.
Selain memperluas jaringan pemasaran, berbagai kegiatan internasional tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan permintaan dan standar kualitas kopi dunia. Masukan dari konsumen maupun pelaku industri diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi petani dan pengolah kopi di Indonesia.