news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pesawat Hercules milik TNI AU saat mendarat di Lanud Sjamsudin Noor dalam misi bantuan penanggulangan karhutla di tengah kondisi hujan deras hasil operasi modifikasi cuaca..
Sumber :
  • Antara

Ketika Pesawat TNI AU Berhasil Memaksa Hujan Turun di Kalimantan

Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berbuah manis. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh TNI AU sukses memicu turunnya hujan.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan membuahkan hasil manis. 

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digawangi TNI Angkatan Udara bersama BMKG sukses memicu turunnya hujan deras di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak Minggu (25/10) hingga Senin (26/10).

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi presisi antara tim di darat dan para penerbang di angkasa.

“Hujan mengguyur deras pada hari Minggu (25/10) kemarin dan Senin hari ini di sejumlah wilayah Kalsel maupun Kalteng,” kata Kolonel Hilman di Banjarbaru, Senin (26/10).

Dalam operasi berskala besar ini, lima pesawat milik TNI AU diterjunkan secara serentak dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. 

Armada tersebut terdiri dari pesawat NC-212, CN-295, hingga C-130 yang memiliki tugas spesifik dalam "menyemai" awan.

Proses penyemaian dilakukan secara berlapis. Armada NC-212 melakukan penyemaian dry ice dan NaCl di titik-titik krusial di sekitar Palangka Raya. 

Sementara itu, pesawat CN-295 dan C-130 terbang hingga ketinggian 12.000 feet untuk membombardir wilayah rawan seperti Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur dengan bahan semai.

Lanud Sjamsudin Noor sendiri berperan sebagai garda belakang yang memastikan seluruh logistik, mulai dari pasokan bahan bakar avtur hingga percepatan pemuatan bahan semai, berjalan tanpa hambatan.

“Kelancaran rantai logistik udara ini menjadi kunci utama armada militer dapat mengejar momentum pembentukan awan secara optimal di target sasaran,” tegas Hilman.

Melihat ancaman karhutla yang masih mengintai, Kolonel Hilman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan kewaspadaan. 

Seluruh alutsista dan fasilitas pangkalan akan terus disiagakan penuh sampai ancaman kebakaran hutan dan polusi udara di wilayah Kalimantan benar-benar dinyatakan tuntas. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral