- Rizki Amana/tvOnenews
Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal, Karangan Bunga Dukungan Banjiri Mabes Polri
Jakarta, tvOnenews.com - Polri kini tengah mengungkap secara utuh dugaan kasus penyadapan ilegal yang menyasar Presiden RI, Prabowo Subianto termasuk sejumlah individu dan kelompok masyarakat.
Dukungan pun mengalir terhadap Polri yang tengah berupaya membongkar penyadapan ilegal terhadap kepala negara itu.
Terpantau halaman Mabes Polri dipenuhin karangan bunga dalam mendukung pengusutan dari berbagai kalangan termasuk dari Lingkar Pemuda Indonesia (LPI).
Direktur Eksekutif LPI, Akhrom Saleh mengatakan karangan bunga tersebut merupakan simbol dukungan kepada jajaran Polri atas langkah penegakan hukum dalam mengungkap dugaan tindak pidana penyadapan terhadap kepala negara.
"Karangan bunga ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan ucapan terima kasih kami kepada Polri, khususnya kepada Bapak Kapolri, atas upaya pengungkapan kasus dugaan kejahatan siber berupa penyadapan ilegal yang diduga menyasar Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," kata Akhrom kepada awak media, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Akhrom menegaskan pihaknya akan terus mendukung Presiden Prabowo dan Polri untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Menurutnya pengusutan kasus harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan tanpa tebang pilih.
"Kami mendukung penuh langkah Kapolri untuk membongkar siapa pun yang berada di balik kasus penyadapan ini. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua harus diungkap secara transparan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional (Seknas) LPI, Mahardhika Prakasha mengatakan bahwa dukungan terhadap Presiden Prabowo dan Polri merupakan keputusan kolektif organisasi tersebut.
"Dukungan terhadap Presiden dan Kapolri yang kami lakukan ini merupakan keputusan kolektif bersama kawan-kawan di sejumlah daerah. Karena itu, kami akan terus mengawal dan mendukung kinerja Polri sampai kasus dugaan penyadapan ini benar-benar terungkap secara terang benderang," ujar Mahardhika.
Ia menambahkan, komunikasi dengan para pimpinan wilayah LPI di sejumlah provinsi terus dibangun untuk memastikan gerakan dukungan berjalan secara terkoordinasi.
"Hingga saat ini sudah ada 12 provinsi yang bergerak, di antaranya Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, dan sejumlah wilayah lainnya. Kami terus membangun komunikasi dengan pimpinan wilayah agar dukungan ini dapat dilakukan secara bersama-sama," jelasnya.(raa/muu)