- ANTARA
Bukan Satukan Rel, Ini Solusi Integrasi Dua Sistem LRT di Jakarta
"Memang saran atau masukan dari masyarakat, khususnya di wilayah Jabodebek ataupun pengguna LRT itu pasti akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi KAI maupun juga nanti kita sampaikan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Namun di sisi lain juga pasti mereka juga akan mengadakan semacam konsultan, bagaimana dengan tata kota, kemudian juga dengan pemerintah daerah setempat, apakah titik-titik tersebut pas untuk tol atau mungkin bisa digeser ke titik transportasi massal lainnya, ya," ucap Radhitya.
Adriansyah menilai pengembangan transportasi publik tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola layanan dibutuhkan agar setiap jaringan transportasi memiliki keterhubungan yang jelas.
"LRT Jabodebek sebagai sebuah perintis transportasi sudah cukup berjasa mengubah paradigma dan mobilitas banyak orang, termasuk saya, yang tinggalnya di Bekasi. Jadi memang kita harus mendukung segala bentuk perkembangan yang ada, baik di LRT Jabodebek maupun sistem transportasi umum yang lebih besar lagi di Jakarta," kata Adriansyah.
Dengan kondisi tersebut, integrasi fisik menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pengembangan transportasi perkotaan. Kemudahan akses ant stasiun, fasilitas penyeberangan, serta jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak kesulitan saat berganti moda.
Rencana pengembangan jaringan menuju sejumlah simpul transportasi juga perlu diselaraskan dengan tata ruang wilayah. Tanpa koordinasi antarpengelola dan pemerintah daerah, perluasan layanan berisiko menimbulkan tumpang tindih rute serta tidak menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat.