news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selat Hormuz.
Sumber :
  • Anadolu

Blokade Selat Hormuz, Perang Terselubung AS Vs China

Secara formal, konflik di daratan Persia adalah pertikaian AS dengan Iran. Namun fakta-fakta di lapangan menunjukkan arah yang berbeda, di mana ini secara tidak langsung juga melibatkan China.
Kamis, 30 April 2026 - 12:56 WIB
Reporter:
Editor :

Saya tidak menduga bahwa China akan melancarkan invasi besar-besaran ke Taiwan dalam waktu dekat. Risikonya terlalu tinggi, bahkan ketika AS sedang sibuk. Namun yang jauh lebih mungkin, dan menurut penilaian saya sama berbahayanya, adalah strategi perubahan fakta di lapangan secara bertahap. Seperti diamati oleh Peter Apps dari Reuters dalam analisisnya yang dimuat di The Print pada 19 April 2026, China secara halus namun cepat mendefinisikan ulang narasi dan jangka waktu penyelesaian masalah Taiwan.

Apa bentuk konkret dari strategi ini? China dapat mulai menerapkan blokade laut parsial terhadap Taiwan, mengganggu jalur pelayaran kapal-kapal asing di Selat Taiwan, mengintimidasi jalur pasokan microchip global, atau secara sistematis menggeser garis status quo tanpa memicu perang terbuka. Ingatlah, Taiwan memasok lebih dari sepertiga microchip dunia. Gangguan sekecil apa pun pada jalur ini akan berdampak luar biasa terhadap ekonomi global, jauh lebih besar dari dampak blokade Hormuz sekalipun. Dunia mungkin masih bisa bertahan tanpa minyak Iran selama beberapa bulan. Namun dunia tidak akan bertahan lama tanpa microchip Taiwan.

Sebagai seorang anak bangsa, saya merasa wajib mengingatkan bahwa konflik yang tampak jauh ini akan segera terasa di tanah air kita. Ada tiga dampak utama yang perlu kita waspadai.

Pertama, gangguan pasokan microchip global berpotensi mengganggu sektor industri elektronik dan otomotif Indonesia, termasuk pabrik-pabrik Jepang dan Korea yang beroperasi di dalam negeri. Kita mungkin tidak memproduksi microchip, tetapi kita sangat bergantung pada komponen yang menggunakan microchip.

Kedua, kenaikan harga energi berkepanjangan. Dengan semakin tidak stabilnya jalur pelayaran di Timur Tengah dan potensi gangguan baru di Selat Taiwan, maka Selat Malaka dan Selat Lombok dua jalur laut terpenting bagi Indonesia akan menjadi semakin padat dan berisiko. Biaya asuransi kapal dipastikan naik, dan pada akhirnya harga barang ikut melambung. Rakyat kecil yang paling akan merasakan dampaknya.

Ketiga, investasi China ke Indonesia sangat mungkin melambat. China akan memfokuskan sumber daya ekonominya untuk persiapan menghadapi kemungkinan konflik di sekitar Taiwan, atau setidaknya untuk memperkuat ketahanan ekonominya sendiri di tengah tekanan AS. Proyek-proyek infrastruktur yang selama ini menjadi andalan kerja sama bilateral kita bisa tertunda atau bahkan dibatalkan.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral