- Istimewa
Menjaga Persatuan, Menguatkan Ketangguhan, Menuju Produktivitas di Tengah Badai Ketidakpastian
3. Membangun Resiliensi dan Kesehatan Mental
Survival mode mudah berubah menjadi burnout mode dan SDM menjadi apatis. Masyarakat kita tidak hanya memikul tekanan kerja, tetapi juga tekanan keluarga, finansial, ketakutan kehilangan pekerjaan, dan masa depan yang terasa kabur.
Deteksi dini stres, desain ulang tempat kerja yang sehat dan layak, serta dukungan kesehatan mental perlu diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat dan SDM kita dapat menjalani transisi krisis ini. Karena menjaga satu orang SDM hari ini sama dengan menjaga satu keluarga Indonesia. Menjaga satu perusahaan berarti menjaga satu simpul ekonomi bangsa.
Dalam krisis, efisiensi ekonomi memang penting. Namun tanpa kepercayaan dan perlindungan kapabilitas manusia, kita justru menggerogoti organisasi dari dalam. Sama seperti sejarah: penjajah tidak menang karena lebih kuat, tetapi karena kita mudah dipecah.
Karena itu, dalam keadaan survival, persoalannya bukan hanya memangkas biaya dan mengencangkan ikat pinggang, tetapi juga melindungi manusia, merawat kepercayaan, menjaga persatuan, dan menyiapkan seluruh masyarakat di NKRI untuk bangkit bersama menuju kesejahteraan.