news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Manager Riset Institute For Diplomacy, Economic, Peace and Thought-INDEPTH, Cendhy Vicky V.
Sumber :
  • Istimewa

Mojtaba, Aura dan Horison Imaji

Sebagai fenomena yang jangan sekali dilihat oleh mata itu, adalah bagaimana kecintaan rakyat Iran kepada The Supreme Leader mereka.
Senin, 13 Juli 2026 - 12:03 WIB
Reporter:
Editor :

Sebaliknya itulah yang membuat Mojtaba menjadi mahal dan autentik. Mengapa? Jawabannya sederhana. Karna ia tidak banyak muncul dalam ruang publik hingga kini. Saat prosesi pemakaman Ali Khamenei, Sang Mojtaba belum juga tampil dihadapan kamera. Itulah yang menarik. Itulah yang misteri. Keabsenannya di publik membuatnya menjadi makin orisinil. Tak terreduksi oleh media, buzzer, dan tsunami informasi yang membuatnya menjadi banal.

Mojtaba dan Aura

Mojtaba adalah anomali popularitas politik modern. Ketidak-enternain-nya justru membutnya “harum”. Mojtaba adalah contoh politik yang tepat dari penggambaran filsuf Jerman, Walter Benjamin, tentang yang autentik. Bagi Walter Benjamin dalam The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction (1936), ‘aura’ adalah kualitas keunikan dan kehadiran yang dimiliki sebuah karya seni asli dalam konteks sejarah. Benjamin berpendapat bahwa teknologi reproduksi seperti fotografi dan film memungkinkan karya seni disalin. Dan disebarkan secara massal. Sehingga karya asli berkurang. Pada saat yang sama, reproduksi mekanis membuat seni menjadi lebih mudah diakses. Dan oleh masyarakat luas dan mengubah fungsi sosial maupun politiknya.

“We define the aura of the latter as the unique phenomenon of distance, howefer close it my be. (Aura adalah fenomena unik tentang suatu jarak, betapapun dekatnya objek tersebut)." Kalimat ini menunjukkan bahwa aura bukan sekadar keindahan visual, tetapi pengalaman khusus ketika seseorang berhadapan dengan karya asli. Maka dari itu sebuah karya asli yang autentik. Akan berbeda “makna” dengan yang replikasi. Semirip apapun. Atau bahkan dengan karya tetapi melalui wahana dokenmentasi seperti foto atau video. Bagi Benjamin itu sudah tereduksi. 

Dan kehilangan “jiwa” 

Bagi Benjamin aura memiliki beberapa unsur. Pertama jelas keasliannya (autentik). Keaslian merupakan keseluruhan sejarah. Kedua keunikannya. Yakni tidak terbagi atau terkopi. Ketiga adalah sejarah atau tradisi. Keempat pada keaslian “fisik” yang tidak berpindah.

Dalam konteks Mojtaba, mungkin pembaca bertanya-tanya apakah jutaan pelayat yang memeluk foto atau gambar dari Sang Imam, menjadi kehilangan “rasa” dalam pengertian Benjamin. Penulis dengan tegas menjawab tidak! Ada pengertian yang mesti diluruskan dan ditafsirkan dengan beberapa alasan. Pertama Mojtaba bukanlah objek seperti karya seni. Ia adalah subjek yang benar-benar hidup. Dapat dibayangkan jika suatu karya seni saja memiliki ‘aura’ yang terpancar dan diserap oleh manusia yang memaknai. Bagaimana jika aura itu datang dari subjek manusia yang hidup? Tentu akan semakin hidup dan bermakna.

Berita Terkait

1
2
3 4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
01:06
09:51
01:53
08:03
09:58

Viral