news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Spanyol menjadi juara Juara Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

Piala Dunia 2026: Spanyol dan Revolusi Taktik Lapangan Hijau Barcelona

Hampir semua klub-klub besar Liga Spanyol mengirimkan pemain hebat mereka, kecuali Real Madrid.
Senin, 27 Juli 2026 - 15:52 WIB
Editor :

(Artikel Opini Ini Ditulis Cendhy Vicky V, Penggiat Sepak Bola Internasional)

tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 baru saja usai. Spanyol keluar sebagai juara. Pemain terbaik jatuh kepada Rodri. Dan kiper terbaik “ditangkap” oleh Unai Simon. Argentina kalah. Messi, sang greatest of all time (goat) pun menangis hebat. Fans Argentina berduka. Spanyol bersorak suara.

Memang piala dunia memiliki manis dan getirnya dalam setiap cerita. Tapi potongan-potongan mozaik indah dalam pagelaran akbar lapangan hijau itu, telah tersipan dalam memori kolektif warga dunia.

Tim Matador, julukan Spanyol mencetak satu gol. Satu gol dari Ferran Tores yang mengunci gelar. Memang gol itu menjadi gol semata wayang. Satu gol itu adalah simbol bahwa tidak ada proses yang instan dan cepat. Bahkan ada jutaan bahkan miliaran usaha yang telah dicicil dan dirintis selama bertahun- tahun, oleh para segenap pemain Spanyol itu.

Hampir semua klub-klub besar Liga Spanyol mengirimkan pemain hebat mereka. Kecuali Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid adalah yang termasuk paling banyak menyumbang pemain ke kompetisi tertinggi antar benua itu. Tetapi yang lebih menarik, ada jejak dan warisan Barcelona sangat kental. Permainannya sangat terasa. Dan polanya sangat kita ingat sebagai penonton.

Ini bukanlah sebuah tulisan tentang mengapa Spanyol juara kembali sejak tahun 2010. Tetapi tentang bagaimana Barcelona bisa tetap “menyumbang” kontribusi pada turnamen empat tahunan itu.

Barcelona dan Revolusi Saintifik Lapangan Hijau

Guardiola tidak menghendaki ada yang namanya kebetulan. Ia sangat benci dengan keberuntungan. Umpan lambung yang melahirkan bola spekulasi adalah hal yang cukup haram, kecuali dengan akurasi peluang yang tinggi. Baginya pemain sebaik apapun, jika tidak bisa mengikuti atau tidak cocok dengan taktiknya harus “keluar” dari lineup.

Dahulu sepak bola adalah medan tempur prediksi dan asumsi. Pada masa ini lapangan hijau menghendaki yang namanya kebetulan. Gol dari kemelut dan tendangan spekulatif sangatlah lumrah. Mencipta gol dari ruang dan momentum “yang kebetulan pas” adalah hal yang ditunggu suporter. Maka dari itu skill individu menjadi penting. Beberapa tahun silam, memprediksi tim yang menang dalam suatu pertandingan cukup mudah. Pertama jagokan tim besar. Kedua lihatlah lineup pemain kedua tim. Adakah pemain andalan yang cedera atau tidak main.

Berita Terkait

1
2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral