- REUTERS/Hannah Mckay
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Revolusi Taktik Lapangan Hijau Barcelona
Hasilnya, Spanyol menjadi tim paling ditakuti saat itu. Meski sempat terseok-seok melawan Swiss. Revolusi taktik yang digunakan dari klub berseragam biru merah. Di “atm” (amati, tiru dan modifikasi) oleh tim berseragam merah itu. Sangat rasional untuk pelatih manapun menggunakan strategi yang telah matang dan mapan plus dengan memboyong para “intelektual” lapangan hijau yang menjadi motor lapangan hijau.
Pun pada piala dunia 2026 ini. Dibawah arahan pelatin Luis de La Fuente ini, memboyong delapan pemain Barcelona. Mengutip USA today, pemain itu adalah: Joan Garcia (penjaga gawang), Pau Cubarsi (bek), Eric Garcia (bek), Pedri (gelandang), Gavi (gelandang), Dani Olmo (penyerang), Ferran Torres (penyerang), dan Lamine Yamal (penyerang).
Kembali pemain-pemain Cules itu, menjadi tulang punggung taktik. Dan yang lebih mencengkannya lagi. Beberapa dari mereka bersinar saat umur yang masih belia. Yakin di bawah 25 tahun. Bahkan Cubarsi dan Yamal masih berumur 19 tahun.
Selain itu tidak lupa bahwa sang kapten plus peraih Ballon d’Or pada 2024, Rodri, adalah “monster” karya Pep Guardiola di klub Mancester City. Kepiawaian Rodri tidak main-main. Berhasil membawa City menjuarai Liga Inggris empat tahun berturut-berturut. Juga Liga Champions. Plus membantu Spanyol juara Euro pada 2024. Ya Rodri adalah salah satu magnum opus Guardiola. Hasil dari evolusi epistemologi Tiki-Taka sejak 2008-2012.
Selanjutnya dalam konteks strategi ada beberapa persamaan dan perbedaan dari racikan Fuente dan del Bosque. Dari segi persamaan, Spanyol 2026, tetap menggunakan high pressing, ball possession, build up dan jenderal lapangan tengah dari pemain Barca. Sedangkan perbedaannya, Fuente menekankan serangan agresif dari sayap. Dengan direct attack dari Yamal dan Niko. Selain itu Spanyol kini tidak menggunakan false nine dan lebih memaksimalkan keganasan Mikel Oyarzabal. Ritme permainan saat ini juga sedikit lebih lambat. Permainan durasi atau tempo ini berguna, agar pemain Spanyol tidak kehilangan ruang saat terjadi counter attack atau transisi terjadi. Serta juga memaksimalkan peluang dari operan-operan lambung yang lebih banyak.